Sosok Hitam Menyeramkan Mengawasi Setiap Malam, Siapa Dia?

Editor: KRjogja/Gus

SELASA Legi bulan Suro, Yu Ningsih melahirkan bayi perempuan. Bersyukur bayinya sempurna, tak ada cacat. Karena anak pertama tentu saja dieman-eman, dirawat dengan penuh kasih sayang. Rutin dipijet Mbah Dukun.

Sekitar seminggu bayi Yu Ningsih puput atau lepas pusarnya. Puputannya itu lalu diserahkan pada Yu Ningsih.

“Mbah, ini dikubur dekat ari-ari ya?” tanya Yu Ningsih.
“Ndak usah. Itu kamu simpan saja. Ditaruh di kapas lalu dibalut dengan kain putih bersih.” kata Mbak Dukun Seperti dilansir dari Harianmerapi.com.

Kata Mbah Dukun potongan pusar itu bisa menolak bala atau gangguan makhluk halus pada bayi.

Yu Nining mengikuti apa yang dikatakan Mbah Dukun dan menyimpannya di lemari. Tak ada yang mengetahui selain dirinya.

Hari-hari berganti namun hal-hal aneh yang terjadi. Pernah suatu malam tiba-tiba bayinya menangis keras dan tidak berhenti. Sudah digendong, ditimang-timang tidak kunjung diam. Diteteki tidak mau. Yu Ningsih dan suaminya kalang kabut, hingga terdengar adzan Subuh kemudian bayinya diam dan tertidur. Biasanya ini terjadi saat malam Selasa Legi. Pas neptu si Bayi.

Hampir setiap malam saat neteki bayinya di kamar, bulu kuduk Yu Ningsih bergetar. Dia merasa ada yang terus mengawasinya. Samar-samar terlihat sosok hitam tinggi besar di sudut kamar. Di belakang lemari, Kadang di belakang pintu kamar, di sudut-sudut gelap kamar. Tapi Yu Ningsih memberanikan dirinya dan menganggap mungkin hanya bayangan saja.

Yu Ningsih sempat menanyakan hal itu kepada Mbah Dukun. Tapi kata Mbah Dukun hal semacam itu biasa terjadi dan tidak masalah. Terkait sosok hitam tinggi itu Mbah Dukun bilang diamkan saja. Katanya setiap bayi memang ada yang ndolani.

Tak puas dengan jawaban Mbah Dukun, Yu Ningsih datang ke Kyai. Yu Ningsih tidak tega melihat bayinya menangis kekejer tiap malam. Pak Kyai bertanya, “Apakah kamu menyimpan potongan bagian tubuh bayimu, Nok?”

“Iya, Pak Kyai. Puputan puser saat bayi.” jawab Yu Ningsih.
“Nah.. itu permasalahannya, Nok. Barang yang kamu simpan itu bukan menolak bala atau menghindarkan bayimu dari gangguan makhluk halus. Tapi justru itu mengundang makhluk halus untuk berkerumun di rumahmu.” jawab Pak Kyai.

“Tapi kata Mbah Dukun..” perkataan Yu Ningsih terpotong.

“Mungkin ada beberapa yang begitu. Tapi Puputan anakmu ini disukai makhluk halus. Makanya anakmu sering diganggu. Segera kubur di dekat ari-ari anakmu,” kata Pak Kyai.

Setelah dibacakan doa Pak Kyai, segera bungkusan itu dikubur dekat ari-ari anaknya. Benar saja, anaknya jarang menangis histeris dan sosok menyeramkan juga tak pernah terlihat lagi. – Nama samaran. (Indri Astuti)

 

BERITA REKOMENDASI