Asi Makanan Emas Bayi Penting untuk Cegah Stunting

Editor: Agus Sigit

STUNTING adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

Dampak jangka pendek jika balita stunting , meningkatnya kesakitan dan kematian, menurunnya perkembangan kognitif, motorik dan bahasa, dari ekonomi meningkatnya pengeluaran untuk kesehatan. Dampak jangka panjang dari segi kesehatan pendek pada usia dewasa, obesitas, kesehatan reproduksi menurun, dari segi perkembangan, pendidikan rendah, dari segi ekonomi menurunnya produktivitas (WHO, 2013).

Prevalensi Stunting berdasarkan di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2018 sebanyak 30,8 %, terjadi penurunan pada tahun 2021 yaitu sebesar 24,4 %, pemerintah telah menargetkan pada tahun 2024 turun menjadi 14 %. Indonesia menuju generasi EMAS 2045, akan terwujud salah satunya masalah stunting harus turun. Oleh karena itu untuk percepatan penurunan stunting, Pemerintah meluncurkan berbagai program yang dikenal dengan Intervensi spesifik dan Sentitif.

Intervensi stunting difokuskan pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) atau the first thousand day yang merupakan masa gold periode karena pada masa dalam kandungan sampai dengan 2 tahun, sedang dalam pertumbuhan dan dan perkembangan yang pesat . Pada masa kehamilan harus melakukan pemeriksaan kepada petugas dengan teratur atau melakukan ANC (Ante Natal Care), minimal 6 kali pada selama kehamilan. Dengan standrat ANC terdapat 10 T.

Bayi sejak lahir sudah membutuhkan zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Makanan yang tepat untuk bayi sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan adalah hanya ASI, dan ASI terus diberikan sampai anak usia 2 tahun. Pemenuhan gizi untuk tumbuh kembang dikenal dengan Standart Emas Makanan Bayi yaitu IMD, ASI Eksklusif, Pemberian MP ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang berkualitas, yang diberikan mulai umur 6 bulan.

ASI merupakan makanan karunia Allah SWT yang istimewa. Pemberian ASI mempunyai keuntungan bagi bayi/anak, ibu, keluarga dan negara.
Keuntungan Bagi Bayi, ASI mengandung zat gizi makro (karbohidrat, protein dan lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) yang dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kandungan zat gizi Makro terdiri dari Karbohidrat. yang mudah dicerna,karena disakarida laktosa, Protein yang mudah dicerna karena kandunga Whey lebih tingggi dibandingkan Casein, Lemak omega 3 dan omega 6 dan DHA untuk perkembangan otak. Kandungan Zat gizi Mikro, Vitamin E, Vitamin A, Vitamian D, Vitamin E, Vitamin B, Asam folat , viatmain B6, vitamin C, Zat besi, kalsium, dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi, karena mengandung zat kekebalan .

Manfaat ASI bagi Ibu, mengatasi rasa trauma, Mencegah kanker payudara, Mencegah perdarahan pasca persalinan, Mempercepat pengecilan kandungan, Sebagai metode kontrasepsi alami yang dikenal dengan (MAL= Metode Amenorea Laktasi serta manfaat bagi negara: Menurukan Angka kesakitan dan kematian anak , Mengurangi subsidi untuk Fasilitas Kesehatan, Mengurangi devisa untuk membeli Susu Formula.

Berdasarkan uraian tersebut diatas bahwa ASI adalah makanan bayi yang terbaik , namun masih ditemukan beberapa hambatan kegagalan pemberian ASI dan ASI Eksklusif.
Hambatan dalam pemberian ASI dan ASI Eksklusif yaitu masih ditemukan pemberian susu formula di beberapa fasilitas kesehatan tanpa ada indikasi medis, kurangnya dukungan dari petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan, pengetahuan ibu atau keluarga tentang manfat ASI yang masih kurang, kurangnya dukungan dari keluarga serta Ibu yang bekerja.

Melalui Peringatan Pekan ASI Sedunia tahun 2022 dengan Thema ” Step Up For Breastfeeding: Educate and Support’ atau ‘Langkah Untuk Menyusui: Edukasi dan Dukungan’ semua pihak dapat beraksi untuk peningkatan ASI Eksklusif dan pemberian ASI sampai 2 tahun dalam percepatan penurunan Stunting. (Sgi)

Oleh : Ir Purwanti Susantini MKes *

*Dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)

 

BERITA REKOMENDASI