Asuhan Gizi Keluarga Bisa Hindari Anemia Remaja

Asuhan Gizi Keluarga Bisa Hindari Anemia Remaja

Ali Rosidi

TEPAT sekali bila Hari Gizi Nasional ke-61 yang jatuh tanggal 25 Januari 2021 mengangkat tema “Remaja Sehat Bebas Anemia, Gizi Seimbang Remaja Sehat Indonesia Kuat”. Saat ini Indonesia masih mengalami masalah triple burden dimana stunting dan wasting masih tinggi, masalah gizi obesitas dan kekurangan zat gizi mikro, seperti anemia gizi besi juga masih menjadi tantangan besar. Tantangan tersebut terlihat pada prevalensi anemia remaja putri (15-24 tahun) dari 18,4% pada Riskedas 2013 meningkat menjadi 32% pada Riskesdas 2018.

Ini menguatkan bahwa kesehatan remaja sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan, terutama dalam upaya mencetak kualitas generasi penerus bangsa di masa depan. Anemia khususnya remaja puteri merupakan ancaman besar bagi Indonesia, karena akan berdampak Disability Adjusted Life Years (DALY’s) pada remaja putri dan menurunkan imunitas, tingkat kebugaran, produktivitas, prestasi belajar.

Penelitian di India juga didapatkan bahwa remaja putri merupakan kelompok rentan mengalami anemia. Remaja putri rentan terkena anemia karena mengalami masa menstruasi dan mengejar masa tumbuh. Remaja putri yang sedang menstruasi mengalami kehilangan besi dua kali lipat dibandingkan remaja putra. Selain itu, remaja putri biasanya sangat memperhatikan bentuk badan, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makan seperti pada diet vegetarian. Sehingga untuk mencegah kejadian anemia defisiensi besi, maka remaja puteri perlu dibekali dengan pengetahuan tentang anemia defisiensi besi itu sendiri. Pencegahan dan pengobatan anemia pada wanita usia reproduksi sangat penting untuk mencegah berat badan lahir rendah, kematian perinatal dan risiko penyakit terkait peran wanita sebagai ibu.

Upaya bersama berbagai pemangku kepentingan perlu terus dilakukan sesuai peran dan fungsinya masing-masing dengan mengutamakan komitmen. Sumber daya yang ada di masyarakat dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, maka upaya-upaya tersebut diselenggarakan secara terintegrasi sejak dari perencanaan sampai ke pelaksanaan, pemantauan dan evaluasinya. Sasarannya pun difokuskan kepada keluarga, dengan dihidupkannya kembali “Pendekatan Keluarga” melalui asuhan gizi keluarga.

BERITA REKOMENDASI