Asupan Gizi Seimbang : Anemia Remaja Tumbang dan Bangsa Tenang

REMAJA merupakan asset bangsa dan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa sehingga harus dijaga kesehatannya. Kesehatan merupakan modal dasar untuk bisa memajukan bangsa selain pendidikan.

Banyak faktor penyebab menurunnya kesehatan remaja terutama remaja putri antara lain asupan makan yang tidak tepat baik secara kualitas maupun kuantitas, diet terlalu ketat, terlambat makan, stress karena menstruasi yang salah satu dampaknya akan timbul anemia.

Apa sebenarnya anemia itu?, Anemia atau orang sering menyebut kurang darah merupakan kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah. Atau sel darah merah tidak berfungsi dengan baik sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen (hipoksia) dan menjadi pucat serta mudah lelah. Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang terkena anemia adalah dengan melihat kadar Hb. Apabila Hb di bawah 14 g/dl untuk laki-laki dan 12 g/dl untuk wanita, lemas, sakit kepala, sering mengantuk terutama setelah makan, detak jantung tidak teratur, nafas pendek, nyeri dada, serta kaki dan tangan dingin berarti ada kemungkinan anemia. Anemia dapat disebabkan karena kekurangan asupan zat besi, vitamin B12 dan asam folat dari makanan yang di konsumsi.

Anemia ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga menyerang remaja terutama remaja putri. Menurut Word Health Organization (WHO) angka prevalensi anemia pada remaja putri di dunia masih tinggi berkisar 40-88% dan kalau dilihat di negara-negara berkembang sekitar 53,7% dari semua remaja putri, sehingga menjadi salah satu masalah gizi terutama untuk kesehatan reproduksi karena terkait dengan target gizi global seperti Stunting, wasting, BBLR dan masuk dalam program Sustained Development Goal (SDG) ke-2 dan ke-3 yaitu untuk mengurangi semua bentuk kekurangan zat gizi di semua usia di tahun 2030.

BERITA REKOMENDASI