Asupan Gizi Seimbang : Anemia Remaja Tumbang dan Bangsa Tenang

Anemia di Indonesia

Bagaimana di Indonesia? Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) proporsi anemia pada wanita sebesar 23,9% dan meningkat 3,3% tahun 2018 menjadi 27,2% dan lebih tinggi dibanding proporsi pada laki-laki 18,4% di tahun 2013 dan meningkat 1,9% menjadi 18,4% tahun 2018.

Apa dampak apabila remaja putri terjadi anemia? Anemia dapat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga mudah terkena infeksi, penurunan konsentrasi terutama konsentrasi belajar sehingga berdampak pada penurunan prestasi belajar, penurunan kebugaran remaja, penurunan produktifitas kerja yang berpengaruh pada pendapatan keluarga yang berujung daya beli pangan menjadi rendah baik secara kualitas maupun kuantitas. Juga berdampak penurunan kesehatan reproduksinya, karena remaja perempuan akan menjadi calon ibu yang akan hamil dan melahirkan sehingga memperbesar resiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengurangi angka anemia? Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membentuk Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang dilaksanakan oleh puskesmas maupun rumah sakit dengan kegiatan pemberian edukasi dan konseling kesehatan serta pemberian tablet Fe. Secara umum untuk mencegah remaja terutama remaja putri tidak terkena anemia adalah dengan mengkonsumsi pangan yang Bergizi seimbang, Aman, Sehat, Utuh dan Halal (BASUH) mulai dari proses penyediaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan serta distribusinya dan sesuai dengan standar kesehatan serta halal menurut syariat agama. Saat ini pengaturan standar mutu makanan sudah diatur oleh Lembaga Pengawas Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk wilayah Indonesia.

Pangan terdiri dari berbagai jenis makanan dan minuman yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi baik gizi makro maupun mikro untuk aktifitas baik internal maupun eksternal serta untuk optimalisasi kesehatan tubuh termasuk di dalamnya mencegah supaya tidak terjadi anemia. Kualitas makanan maupun minuman dapat dinilai dari kandungan zat gizi yang ada di dalamnya serta umur simpan yang dimiliki. Supaya makanan kita bergizi, aman, sehat, utuh dan halal ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Pertama, pastikan makanan yang dikonsumsi remaja putri memiliki kandungan zat gizi seimbang baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Tubuh manusia membutuhkan makanan seimbang yang bisa dikonsumsi dan diserap, serta bisa menggantikan zat-zat gizi hilang selama proses pengolahan dan absrobsi. Asupan zat gizi yang tidak seimbang baik secara kualitas maupun kuantitas dapat menyebabkan gizi yang salah (malnutrisi) berupa status gizi kurang maupun status gizi lebih yang dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit.

Status gizi yang baik bagi seseorang akan berkontribusi terhadap kesehatannya dan juga terhadap kemampuan dalam proses pertumbuhan. Status gizi yang kurang salah satunya dibuktikan dengan penurunan berat badan 20% di bawah berat badan ideal yang dapat berakibat menurunkan daya tahan tubuh sehingga akan memudahkan masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh termasuk berbagai macam virus salah satunya virus Covid-19 serta timbulnya anemia defisiensi baik defisien Fe, asam folat meupun vitamin B12

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi dan kesehatan remaja perempuan di antaranya perilaku makan dan perilaku kesehatan. Perilaku makan sebenarnya sudah diatur baik oleh pemerintah berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesai Nomor 28 tahun 2019 (PMK) tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (AKG). Di dalam PMK tersebut sudah diatur bagaimana orang harus mencukupi kebutuhan mulai dari kebutuhan zat gizi makro (Karbohidrat termasuk serat, Protein, Lemak) maupun zat gizi mikro (berbagai vitamin dan mineral). Contoh didalam AKG untuk kelompok perempuan usia 19-29 tahun dengan berat badan 55 kg, tinggi badan 159 cm sudah diatur kebutuhan gizinya yaitu energinya sebesar 2.250 kalori, 60 gram protein, 65 gram lemak, 360 gram karbohidrat, 32 gram serat, 600 RE vitamin A, 15 mcg vit.D, 15 mcg vit.E , 75 mg vit. C dan 15 mg Fe dan yang bisa dipenuhi dari makanan pokok sebanyak 6,5 porsi, lauk hewani 3 porsi (1 porsi lauk hewani 50 g), lauk nabati 3 porsi ( 1 porsi tempe 50 g dan tahu 100 g), sayuran 3 porsi (@ 75g), Buah 4 porsi (@100 g), minyak atau penukarnya 7 porsi (@ 10 g).

BERITA REKOMENDASI