Bank BPD DIY : ‘From Good To Great’

Editor: Ivan Aditya

SAAT ini kita sedang berada di awal revolusi industri ke empat, yang ditandai oleh percepatan inovasi yang diakibatkan perpaduan kemajuan teknologi computing, telekomunikasi, nanotechnology, brain research, artificial intelligence dan lainnya. Hal ini telah, sedang dan akan menyebabkan perubahan model bisnis di semua jenis industri. Hari ini kita melihat, Facebook, perusahaan media terbesar di dunia, tidak memiliki konten sendiri. Airbnb, perusahaan akomodasi terbesar di dunia, tidak memiliki real estate. Contoh lain, Go-Jek, salah satu perusahaan transportasi dan distribusi terbesar di Indonesia, tidak memiliki kendaraan angkutan sendiri. Semua perusahaan tersebut memanfaatkan inovasi dan kemajuan teknologi.

Industri perbankan dan sistem pembayaran pun tidak terkecuali. Dengan posisi penetrasi seluler di Indonesia telah melampaui 140%, pengguna mobile banking telah melampaui 33%, serta pertumbuhan m-commerce yang lebih dari 150% pada 2017 ini, maka digitalisasi sistem perbankan dan sistem pembayaran merupakan keniscayaan. Selain itu, pertumbuhan eksponensial perusahaan-perusahaan fintech baik dari dalam maupun luar negeri, yang memanfaatkan inovasi dan kemajuan teknologi untuk memberikan layanan finansial inovatif, telah memberikan tantangan baru bagi industri perbankan dan sistem pembayaran.

Ke depan, perubahan perilaku dan harapan pelanggan yang telah terbiasa dengan digital lifestyle, yang memiliki ciri mobilitas tinggi dan always on, serta perkembangan cashless payments harus disikapi dengan tepat. Tata nilai yang baru bagi bank adalah bukan lagi menjadi ‘bank’. Lebih daripada itu, untuk tetap relevan, bank harus memiliki pemahaman kontekstual mengenai produk dan layanan perbankan dalam kehidupan nasabah atau pelanggan, dan dapat memberikan produk dan layanan perbankan dengan pemahaman tersebut. Untuk dapat menyediakan produk dan layanan tersebut diperlukan kapabilitas data-driven, customer-centric dan digitally-enabled. Tentunya, untuk memiliki kapabilitas-kapabilitas tersebut diperluan perubahan dan pengembangan kapabilitas, atau bahkan transformasi organisasi. Selain itu, perubahan regulasi perbankan dan sistem pembayaran yang mendasar di Indonesia, antara lain implementasi kartu chip dan PIN, road map Gerbang Pembayaran Nasional, tentu perlu disikapi dengan cermat pula. Apabila tidak ingin ketinggalan kereta dalam perkembangan dan perubahan regulasi tersebut.

Sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank BPD DIY perlu menyikapi perubahan tersebut secara khusus. Mengapa? Selain tantangan dan peluang yang tersebut di atas, tuntutan terhadap BPD tentu berbeda dengan tuntutan terhadap bank umum. BPD dituntut untuk menjadi agent of development dari daerahnya masing-masing. Di samping keunggulan yang dimiliki seperti dukungan dan kedekatan dari daerahnya, hal tersebut dapat pula membatasi ruang gerak bisnis BPD untuk meraup pangsa pasar di luar pasar domestiknya.

Pilihan

Salah satu konsultan, pengajar dan penulis terkemuka, Jim Colins, yang menulis buku ‘Good to Great’, mengatakan bahwa untuk menjadi perusahaan yang hebat itu tidak bergantung dari keadaan. Menjadi hebat itu sepenuhnya merupakan pilihan yang disadari oleh dan bergantung pada disiplin perusahaan tersebut. Selanjutnya, untuk dapat menentukan ‘pilihan’ yang tepat dan melaksanakan secara ‘disiplin’. Tentu diperlukan kepemimpinan yang memiliki visi dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan disiplin yang baik.

Dalam usianya yang ke 56 ini Bank BPD DIY telah menetapkan tema Sustainability Growing and Winning, yang merupakan komitmen transformasi perusahaan untuk menjadi hebat dan unggul, menjadi market leader, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang dimilikinya. Target ini merupakan target yang sangat menantang dan tidak mudah dicapai. Namun, apabila menilik kepemimpinan yang memiliki visi, sumber daya manusia dengan kemampuan dan disiplin yang baik, dan inisiatifinisiatif yang telah dilakukan dalam mengembangkan kapabilitas. Tentu dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, maka kami percaya bahwa Transformasi Bank BPD DIY akan terlaksana dengan baik. Dirgahayu Bank BPD DIY, teriring doa semoga Bank BPD DIY dapat tumbuh berkelanjutan dan menjadi salah satu bank yang terbaik di Indonesia.

(Bayu Hanantasena. Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis, Artikel Kerja Sama KR-Bank BPD. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Jumat 15 Desember 2017)

BERITA REKOMENDASI