Bertahan Bisnis pada Krisis

PADA hari sabtu, 24 April 2021 Magister Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyelenggarakan kuliah umum yang dilaksanakan secara daring bertemakan “How Business Can Survive and Thrive during the Pandemic”. Kuliah umum yang diadakan melalui platform Zoom ini menghadirkan pembicara yang juga alumni Fakultas Bisnis dan Ekonomika, pemillik The Body Shop Indonesia, Hutomo Mugi Santosa.

Hutomo, begitu panggian akrabnya, memaparkan apa saja yang telah dilalui, dilakukan dan dihadapi The Body Shop Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonomi. Masuk ke Indonesia tahun 1992, dua kali sudah The Body Shop bertarung menghadapi krisis, krisis moneter pada 1998 dan krisis oleh karena pandemi covid 19 pada tahun 2020. Menurut Hutomo, krisis 1998 layaknya tsunami yang merusak habitat awal, namun habitat tersebut masih bisa dibangun Kembali. Sementara krisis oleh pandemic 2020 seperti ledakan mega vulkanik, menghancurkan habitat lama, dan melahirkan habitat yang benar-benar baru, lebih lanjut beliau menganalogikan efek pandemi pada industri seperti ledakan gunung toba, yang menciptakan habitat baru yaitu danau toba saat ini.

Krisis oleh karena pandemi kali ini, benar-benar merubah industry, merubah perilaku pasar, merubah operasional bisnis. Disrupsi oleh karena digitalisasi memang sudah kita rasakan sejak awal millennium. Namun, digitalisasi bisnis selama ini masih dianggap menjadi urusan jangka panjang, kini sudah muncul tepat didepan mata tahun kemarin. Ketika pemerintah melakukan deklarasi PSBB pada maret 2020, seluruh pelaku usaha harus melakukan survival mode.

BERITA REKOMENDASI