Bertahan Bisnis pada Krisis

The Body Shop Indonesia juga menghadapi resistensi tersebut, karena itu pemilik mengadakan tujuh kali workshop agar badan perusahaan memahami urjensi perubahaan terutama pada konteks digitalisasi bisnis. Hal ini telah dilakukan The Body Shop Indonesia bahkan sebelum masa pandemi. Menyiapkan diri untuk siap dan gesit terhadap perubahan adalah visi besar pemilik The Body Shop sejak awal, The Body Shop Indonesia sebagai perusahaan milik keluarga yang tidak ragu melibatkan professional untuk mengelola perusahaan. The Body Shop Indonesia juga berupaya untuk merekrut orang-orang yang terbaik di bidangnya.

Hutomo menyampaikan bahwa era saat ini sebenarnya memberikan banyak peluang untuk lahirnya pengusaha-pengusaha baru, apalagi tingkat peluangnya makin luas. Kendatipun, modal untuk memulai bisnis baru pada saat ini relatif lebih mudah dan murah daripada masa sebelumnya. Diakhir kuliah umum Hutomo memberikan beberapa pernyataan kepada peserta yang mengikuti acara ini, bahwa kita sebaiknya tidak melakukan dikotomi, bisnis atau profesi lain sama-sama baik, passion sangatlah penting.

Jika anda memutuskan untuk menjadi pengusaha, modal yang harus dimiliki adalah kreatifitas dan kemampuan untuk melihat peluang. Poin besar lainnya adalah bahwa menjadi pebisnis tidaklah mudah, dan tentunya akan ada dilema saat menghadapi resiko, dan hal ini dirasakan oleh siapapun, karena itu kemampuan dan keberanian untuk mengambil resiko harus terfleksi dalam jiwa pengusaha.

“Perbedaannya seorang business man dan tidak, business man akan maju mundur sebelum mengambil keputusan tapi selalu diselesaikan dengan langkah maju, sementara yang tidak business man akan mundur,” ujar Hutomo Mugi Santosa. (Agnes Gracia Quita, SE., M.Sc, Dosen FBE UAJY/Atma Jogja)

BERITA REKOMENDASI