Darmasiswa dan Penginternasional Bahasa Indonesia

Oleh : Sudaryanto

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membatalkan penyelenggaraan Program Beasiswa Darmasiswa RI Tahun Akademik 20- 20/2021. Pembatalan dengan Surat Pemberitahuan No. 39456/A6/TU/2020 tertanggal 7 April 2020 tentu akan berdampak terhadap upaya penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Mengapa? Program Beasiswa Darmasiswa RI merupakan salah satu program tahunan yang dilaksanakan Kemendikbud RI. Program tersebut ditawarkan kepada mahasiswa asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia dan Seni Budaya di Indonesia. Karena bersifat beasiswa, maka terdapat proses seleksi yang dilakukan Kemendikbud RI bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar RI di negara asal mahasiswa pelamar beasiswa. Antusiasme mahasiswa asing melamar Beasiswa Darmasiswa RI terbilang cukup tinggi.

Hal itu, antara lain, bisa dilihat dari jumlah mahasiswa pelamar saat mengikuti tes wawancara. Pengalaman mendampingi para mahasiswa penulis di Jurusan Bahasa Indonesia Guangxi University for Nationalities (GXUN) mengikuti tes wawancara Beasiswa Darmasiswa RI di kampus setempat. Mereka begitu semangat ingin mendapatkan beasiswa tersebut.

Ikhtiar Program Beasiswa Darmasiswa RI merupakan salah satu ikhtiar pemerintah Indonesia, dalam hal ini, Kemendikbud, guna mewujudkan penginternasionalan Bahasa Indonesia. Sesuai dengan Pasal 44 ayat (1) UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan.

Setelah lulus dari Program Beasiswa Darmasiswa RI, biasanya para mahasiswa asing akan pulang ke negara asalnya untuk menyelesaikan studi S-1. Kemudian mereka melamar Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) RI untuk melanjutkan studi S-2 di Indonesia. Kata mereka, studi S-2 di Indonesia relatif singkat waktunya (2 tahun) daripada di negara asal.

BERITA REKOMENDASI