Digitalisasi Bawa Asuransi (AXA Mandiri) Terbang Tinggi

ASURANSI merupakan hal yang paling sering diperbincangkan saat ini. Asuransi telah menjadi suatu pendamping hidup bagaikan kebutuhan primer lainnya. Bahkan, tokoh papan atas akan berlangganan asuransi kepada suatu Lembaga asuransi tertentu. Sebut saja Cristiano Ronaldo yang mengasuransikan ‘kaki’ nya dengan biaya penuh, dan juga selebritis Indonesia Chelsea Islan yang mengasuransikan ‘kepala’nya. Istilah asuransi berasal dari bahasa inggris (Insurance) yaitu pertanggungan. Jadi asuransi ini merupakan suatu kesepakatan antara dua pihak atau lebih untuk memberikan jaminan akan suatu hal yang dijanjikan. Secara simpel, asuransi ini dapat diartikan seperti menyediakan payung sebelum hujan.

Dalam asuransi ada beberapa pihak yang terlibat yaitu pihak penanggung dan pihak tertanggung. Pihak penanggung ialah badan yang menanggung asuransi dari pihak tertanggung. Sedangkan, pihak tertanggung adalah pihak yang mengasuransikan dirinya ke pihak penanggung. Kemudian, selama kesepakatan asurani ini berlangsung, akan ada persyaratan yang disebut ‘Premi’. Premi ini adalah suatu biaya yang dikeluarkan oleh pihak tertanggung sebagai persyaratan kepada badan penanggung. Slain itu, ada tiga jenis asuransi yang dijalankan oleh suatu perusahaan asuransi, yakni Asuransi Kerugian, Asuransi Jiwa, dan Reasuransi. Asuransi Kerugian adalah perusahaan yang menanggung kerusakan, kerugian, menurunnya suatu kegunaan dari suatu hal, tanggung jawab hukum atas dasar rugi kepada pihak ketiga, yang timbul dari suatu peristiwa yang terjadi. Kemudian, Asuransi Jiwa adalah perusahaan yang menanggung resiko antara hidup atau matinya suatu jiwa yang diasuransikan. Yang ketiga yakni Reasuransi yakni perusahaan yang memberikan pertanggungan terhadap suatu perusahaan asuransi lainnya.

Secara umum perkembangan asuransi di Indonesia dibagi menjadi 2 tahap penting yaitu zaman penjajahan dan zaman kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda, untuk menunjang bisnis perkebunan dan perdagangan, mereka mendirikan perusahaan asuransi kerugian pertama di Indonesia yaitu Bataviasche Zee End Brand Asrantie Maatschappij pada tahun 1853 dengan perlindungan utama terhadap resiko kebakaran dan asuransi pengangkutan. Setelah itu berdiri ada 2 jenis perlindungan asuransi yang terdiri dari asuransi. Untuk itulah mereka mendirikan perusahaan asuransi pertama di Indonesia dengan nama. Pada masa setelah kemerdekaan, ada 2 tahap penting perkembangan asuransi di Indonesia yaitu: Nasionalisasi Perusahaan asuransi asing dimana perusahaan asuransi peninggalan penjajah Belanda yang dinasionalisasi adalah NV Assurantie Maatshappij De Nederlandern dan Bloom Vander EE tahun 1845 menjadi PT Asuransi Bendasraya. Selain itu Asuransi De Nederlanden Van 1845 dinasionalisasi menjadi PT. Asuransi Jiwasraya.

Perkembangan asuransi modern di Indonesia dimulai dengan semakin banyaknya perusahaan asuransi yang berdiri di awal tahun 1980-an. Beberapa diantaranya seperti AIA Financial, Allianz, Avrist AXA Mandiri, CIGNA, Prudential, dan Asuransi Sinar Mas hadir dan menawarkan berbagai macam produk perlindungan dan bahkan investasi. Hal ini semakin menambah alternatif pilihan bagi masyarakat untuk medapatkan perlindungan terhadap resiko seperti yang diharapkan. Di sisi lain pemerintah juga semakin tanggap dengan kebutuhan masyarakat akan perlindungan sehingga mulai tahun 2014 ini lahir Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan sebagai gabungan fungsi dan peran dari Jamsostek dan Askes pada periode sebelumnya.

BERITA REKOMENDASI