Disiden Keras Kepala tetapi Sentimentil (mengenang Prof Arief Budiman)

‘Kasno’

Ada satu hal sangat berkesan di hati saya. Kerusuhan rasial Mei 1998 menyebabkan KJRI Melbourne menjadi target demonstrasi khususnya dari Melbourne Chinese Association. KJRI juga memiliki unesay relations dengan komunitas Indonesia keturunan Tionghoa di Melbourne. Di sini saya berkenalan dengan tokoh muda keturunan Tionghoa bernama Tiong Jin.

Dari Tiong Jin diperoleh informasi, masyarakat keturunan Tionghoa di Melbourne akan mendirikan sebuah organisasi bernama Committee Against Racism in Indonesia (CARI) sebagai respons kejadian di Indonesia. Saat pidato, Arief Budiman memulainya sambil setengah bercanda dengan memperkenalkan diri sebagai ‘Kasno’, alias Bekas Cino.

Kemudian dia mulai mengritik keturunan Tionghoa dan meminta agar CARI bersikap objektif. Mengingat banyak perusahaan milik konglomerat Tionghoa bersikap diskriminatif terhadap pribumi dalam sistem penggajiannya. Hadirin yang sebagian besar keturunan Tionghoa pun terdiam.

Itulah Arief Budiman, aktivis yang konsisten, apa adanya dan tetap hidup sederhana. Termasuk sedikit dari orang yang menolak, ketika ditawari menjadi salah seorang menteri. Selamat jalan Profesor.

BERITA REKOMENDASI