Hakikat Mudik Sesungguhnya

Editor: Ivan Aditya

PERJALANAN para perantau ke kampung halaman merayakan hari raya bersama keluarga, sudah beberapa hari terjadi. Tradisi pulang kampung atau mudik merupakan sebuah momen ketika perantau secara bersamaan pulang ke kampung halaman menjelang Idul Fitri. Puncak arus mudik biasanya terjadi di pengujung Ramadan.

Bagi sebagian lainnya, pengujung Ramadan dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah. Bisa dilihat dari ramainya masjid-masjid oleh umat yang sedang ber-i’tikaf. Suasana pengujung akhir Ramadan memang dirasakan berbeda dengan awal maupun pertengahan Ramadan. Umat Islam akan berpisah dengan bulan penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT dan akan bertemu kembali dengan bulan Ramadan tahun depan jika Allah SWT belum menghendaki untuk pulang.

Mudik Haqiqi

Ulama-ulama Sufi membagi mudik dalam dua hal, yaitu mudik jasmani dan mudik ruhani. Mudik jasmani yaitu kembalinya seseorang secara fisik ke kampung halamannya dan setelah urusan selesai maka orang tersebut dapat kembali lagi ke aktivitas kesehariannya di luar kampung halamannya. Mudik jasmani bisa kita lihat setiap menjelang Hari Raya. Sedangkan mudik ruhani adalah kembalinya ruh seseorang untuk pulang ke Rahmatullah dan tidak akan mungkin kembali ke aktivitas semula. Mudik ruhani inilah yang menjadi mudik haqiqi. Mudik yang harus dipersiapkan bekal yang sebaik-baiknya untuk dibawa pulang.

Dahulu para sahabat Rasulullah SAW selalu menangis tersedu-sedu setiap menjelang berakhirnya bulan Ramadan. Menangisi dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama satu tahun. Para sahabat takut jika bekal yang mereka miliki belum cukup untuk melakukan mudik haqiqi, karena menjelang akhir Ramadan mereka selalu melakukan muhassabah. Umar bin Khottob yang oleh Rasulullah SAW dijamin masuk surga juga menangisi dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Allah SWT memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada umat Islam untuk melakukan ibadah melalui bulan Ramadan. Peluang-peluang untuk mendapatkan pahala sebesar-besarnya ada di bulan Ramadan. Berbagai peristiwa terjadi di bulan Ramadan seperti Nuzulul Qur’an dan Malam Lailatul Qadar. Kedua peristiwa tersebut menjadi pertanda bagi umat Islam akan tanda-tanda kasih sayang-Nya.

Allah SWT memberikan kesempatan kepada umat Islam mengumpulkan bekal yang sebaikbaiknya untuk di bawa ketika mudik ruhani itu tiba. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 186 yang artinya : ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Menuju Kemenangan

Bulan Ramadan merupakan medan perang umat Islam dalam memerangi diri sendiri terhadap nafsunya, lisannya, serta perilakunya. Hingga akhirnya umat Islam yang berhasil menyelesaikan puasa Ramadan akan menuju kemenangan di Hari Raya. Idul Fitri menjadi simbol rasa syukur umat Islam atas kemenangan melakukan perang sepanjang bulan Ramadan. Makna dibalik Ramadan dan hari Raya Idul Fitri seharusnya menjadikan umat Islam bisa mengontrol nafsu, lisan, dan perilaku setelah bulan Ramadan berakhir.

Namun, fenomena yang terjadi dalam menyambut hari raya Idul Fitri atau hari kemenangan adalah ramainya pusat-pusat perbelanjaan serta kemacetan jalan raya oleh pemudik. Pendapatan pengusaha pakaian dan makanan naik berkali-kali lipat karena umat yang akan merayakan Idul Fitri ramai berbelanja baju baru dan makanan. Euforia menyambut kemenangan tersebut jangan sampai membuat kita lalai hakikat mudik sesungguhnya.

Semoga Hari Raya Idul Fitri bukan hanya sekadar kemenangan umat Islam secara jasmani namun juga secara ruhani. Menjadi umat yang memiliki kualitas keimanan lebih baik setelah hari Raya Idul Fitri untuk mengumpulkan bekal mudik ruhani yang pasti akan dialami oleh setiap manusia.

(Atin Istiarni SIP MIP. Pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Jumat 24 Juni 2017)

BERITA REKOMENDASI