Hukuman Bagi Anggota Polri Terlibat Narkoba

Editor: Ivan Aditya

MENJELANG satu bulan menjabat sebagai Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang dilantik Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Januari 2021, harus menelam pil pahit atas kelakuan sejumlah oknum polisi yang diduga mengkonsumsi narkoba. Adalah Kapolsek AstanaAnyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dan 11 anggota polisi ditangkap penyidik Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat dan Propam Mabes Polri karena diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama anak buahnya. Mereka yang terlibat akan mendapat sanksi tegas mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan dengan tidak hormat selain vonis hukum di pengadilan pun menanti. Sungguh memalukan.

Kasus Kompol Yuni bermula saat dilakukan pendalaman terhadap beberapa anak buahnya yang kedapatan mengkonsumsi narkoba. Hasil tes urine terhadap Kompol Yuni positif mengandung zat amphetamine atau sabu.Atas perbuatannya tersebut, Kompol Yuni dimutasi sebagai perwira menengah (Pamen) Polda Jawa Barat dalam rangka proses penyidikan.Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Jabar dengan nomor ST/267/II/KEP/2021. Surat telegram itu diteken pada 17 Februari 2021.

Mencoreng Citra

Atas kasus yang mencoreng citra kepolisian itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah cepat dan tegas dengan meneken surat telegram berisi peringatan kepada anak buahnya agar tidak terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Telegram Kapolri dengan nomor ST/331/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 19 Februari 2021 dikeluarkan atas kasus Kapolsek Astanaanyar beserta 11 anak buahnya sangat menurunkan citra dan wibawa Polri di mata masyarakat.

Dalam salah satu poin yang termaktub, Kapolri mengatakan bakal memberikan reward atau penghargaan kepada jajarannya yang dapat mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sesama personel Polri.

Sebaliknya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan agar anggota yang menyimpang, mengedarkan, mengkonsumsi ataupun terlibat dalam jaringan organisasi narkoba diberi hukuman.Hukuman juga berlaku bagi mereka yang memfasilitasi ataupun menyalahgunakan wewenang dan jabatannya dalam memberikan beking terhadap penyalahgunaan dan peredaran barang haram itu. Kapolri menegaskan Polri tak akan memberikan toleransi terhadap setiap keterlibatan anggota Polri dalam kasus narkoba.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga meminta kepada setiap pimpinan Polda dan jajaran untuk mempercepat keputusan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap personel yang sudah diputus dan mendapat rekomendasi tersebut dalam sidang.Dari sisi pencegahan, Jenderal Listyo juga meminta agar dilakukan deteksi dini dengan melakukan penyelidikan dan pemetaan anggota yang terindikasi terlibat dalam kasus narkoba.Kapolri meminta agar kegiatan tes urine dilakukan kepada seluruh anggota Polri di setiap wilayah.

Janji Kapolri

Publik pasti masih ingat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah berjanji akan menindak tegas setiap bawahan yang kedapatan terlibat dalam kasus narkoba. Hal ini disampaikan dalam forum uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI pada 20 Januari 2021 lalu.Listyo Sigit Prabowo, yang saat itu masih berpangkat Komisaris Jenderal mengatakan bakal memecat hingga memproses pidana anggota yang terjerumus barang haram itu.

Kala itu Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berjanji akan menindak tegas anggota Polri yang terlibat kasus narkoba. Pilihan hanya satu yakni pecat dan pidanakan. Sudah saatnya publik mengawal janji Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kasus yang mempermalukan institusi kepolisian. Apalagi perkara Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dan 11 anggota polisi ini terjadi saat pucuk pimpinan korps Bhayangkara ini baru dipimpin oleh Kapolri baru pengganti Jenderal Polisi (Purn) Idham Azis.

Mantan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis pernah mengingatkan bagi anggota Polri untuk tidak terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Hukuman matiadalah hal yang tepat untuk personel yang terlibat narkoba. Untuk itu bagi anggota Polri untuk tidak main-main dengan narkoba.

Baharuddin Kamba
Kadiv Humas Jogja Police Watch

BERITA REKOMENDASI