Indonesia Negara yang Kaya(?)

Editor: Ivan Aditya

”…Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman…”

SEPENGGAL lirik lagu Koes Plus tersebut sangat menguatkan kita untuk meyakini bahwa Indonesia adalah negara yang kaya. Dan kita patut untuk berbangga dengan negara ini. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan berbagai peristiwa serta fenomena sosial yang terjadi selama ini, terlintas pertanyaan besar : benarkah Indonesia adalah negara yang kaya?

Bank Dunia selalu membuat urutan negaranegara yang dapat dikategorikan sebagai negara terkaya di dunia. Urutan tersebut dibuat berdasar dari indikator dan peringkat Gross Domestic Product (GDP) perkapita atau Pendapatan Nasional Bruto perkapita yang dihasilkan dari suatu negara pada setiap tahunnya.

GDP merupakan sebuah tolok ukur yang bisa digunakan dalam menentukan tingkat pendapatan nasional suatu negara ketika pendapatan nasional dari suatu negara dibagi dengan jumlah penduduk pada tahun yang bersangkutan. Berdasar data dari Bank Dunia, untuk daftar negara-negara terkaya di dunia pada tahun 2014 dan 2015 tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. Sebuah hal yang mencengangkan adalah tidak terteranya nama negara Indonesia dalam 100 besar urutan negara terkaya di dunia!

10 Negara Terkaya

Mungkin kita sempat berpikir bahwa tidak adil jika pengukuran hanya dilakukan berdasar data GDP saja. Data yang menunjukkan daftar 10 negara terkaya di dunia berdasar sumber daya alam yang dimiliki pun, Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar. Padahal secara geografis wilayah Indonesia sangatlah luas, khususnya untuk wilayah Asia Tenggara. Terdiri atas kepulauan dan perairan yang luas tidak lantas menjadikan negara kita kaya akan sumber daya alam. Memiliki sumber daya alam adalah sebuah takdir. Kita tidak dapat berbuat banyak untuk hal itu. Jadi, untuk sementara kita pinggirkan dulu aspek sumber daya alam.

Berdasar data Bank Dunia, GDP merupakan alat yang dijadikan standar dalam penentuan negara terkaya di dunia. Dalam bagian GDP, jumlah penduduk merupakan bagian yang masuk dalam perhitungan. Dalam hal ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia unggul dalam hal jumlah penduduk dengan menempati urutan empat di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak. Yang jadi pertanyaan, mengapa pendapatan nasional kita tidak lantas ikut membesar seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk kita? Jelas tampak bahwa faktor yang menjadi masalah disini adalah masih kurangnya masyarakat kita yang produktif.

Jika dikatakan bahwa penduduk kita kurang produktif, lalu mengapa banyak dari masyarakat kita yang hidup mewah? Karena sebenarnya GDP yang tercatat hanyalah rata-rata, yang berarti terdapat gap yang jauh sekali antara orang kaya dan orang miskin. Dengan GDP yang bisa dikatakan rendah, menandakan bahwa sebenarnya lebih banyak lagi masyarakat kita yang hidup pada level menengah dan bahkan berada di bawah garis kemiskinan. Lalu, apakah masyarakat di level atas kurang mampu untuk menutup dan menaikkan GDP?

Tax Amnesty

Yang jadi masalah bukan tidak mampunya, tetapi banyaknya aset dan sumber pendapatan yang mereka simpan dan kelola di luar negeri. Fenomena tersebut mengakibatkan salah satu sumber dana negara yang berupa pajak tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Akibatnya, negara harus mengurangi pengeluaran yang berarti angka pendapatan masyarakat menjadi turun. Itulah salah satu alasan mengapa negara mengadakan program tax amnesty.

Satu bagian lainnya yang seharusnya mendapat perhatian khusus yaitu sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagian besar masyarakat kita berada di level menengah dan kecil sedangkan UMKM adalah napas hidup mereka. Untuk bisa membawa mereka ke pasar dunia di era digital ini, kita perlu ecommerce. Kerja sama yang dilakukan dengan Alibaba, raksasa e-commerce dunia merupakan hal yang tepat.

Masyarakat yang produktif akan membuat negara menjadi produktif. Optimisme dalam berkarya harus tetap terjaga. Saling memberi peluang dan kerja keras serta selalu belajar akan meningkatkan kreativitas dan menghasilkan karya yang akan membuat kita menjadi produktif. Apakah Indonesia negara yang kaya? Kita semualah yang menjadi jawabannya.

(Dheni Indra Kusuma SE MSi Ak CFP. Dosen STIE YKPN Yogyakarta. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Kamis 22 September 2016)

BERITA REKOMENDASI