Kampus Mengajar : Mempererat Kerjasama Dalam Memajukan Pendidikan Indonesia

Editor: Ivan Aditya

PADA tahun 2020 pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan Progam Kampus Mengajar Angkatan Satu. Program Kampus Mengajar diikuti kurang lebih oleh 15 ribu mahasiswa dari berbagai kampus negeri dan swasta dari seluruh Indonesia. Melalui kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa mampu untuk membantu sekolah-sekolah yang tertinggal.

Kampus Mengajar angkatan satu difokuskan untuk membantu sekolah yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Sasaran utama dari program ini adalah sekolah dasar.

Sekolah yang berada di wilayah 3T memang sudah seharusnya diperhatikan agar pendidikan tidak tersentral di satu wilayah saja, melainkan merata di seluruh wilayah Indonesia. Dengan diperhatikannya sektor pendidikan di seluruh wilayah, Indonesia akan dapat menciptakan generasi-generasi emasnya.

Untuk menciptakan generasi emas, pemerintah harus memperhatikan semua kebutuhan sekolah. Sekolah dasar di Indonesia masih banyak yang mengalami ketertinggalan baik secara bangunan (fisik) maupun dari segi Sumber Daya Manusianya (SDM).

Diperlukan perhatian khusus oleh pemerintah pusat agar semua sekolah dapat meningkatkan kualitasnya dan tidak ada lagi sekolah yang tertinggal. Untuk menunjang kemajuan dalam bidang pendidikan perlu untuk memperhatikan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Globalisasi, dan tentunya tenaga ahli.

Seperti yang dibutuhkan di SD Negeri Ketanggung 2 kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Sekolah ini sudah tiga tahun lamanya tidak menerima siswa. Karena sekolah tersebut kedepannya akan merger dengan sekolah lain di satu wilayah tersebut.

Dari fakta yang ada di lapangan, gedung sekolah sudah tidak digunakan sejak tiga tahun lalu. Beberapa ruang mengalami kerusakan yang cukup berat, seperti kaca-kaca jendela yang pecah, satu ruang yang sudah beralih fungsi menjadi tempat perkumpulan pemuda setempat, dan juga terjadi kerusakan pagar sekolah yang saat ini sudah rubuh.

Dua puluh siswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di SD Negeri Ketanggung 2 terbagi menjadi tiga jenjang kelas, yaitu kelas empat, lima, dan enam. Sekolah tidak membuka pedaftaran siswa baru dikarenakan sudah tidak memungkinkan untuk menerima siswa, dengan hanya ada satu guru dan kepala sekolah yang juga menjadi kepala sekolah di SD Negeri Tulakan 6.

Seluruh siswa yang masih tersisa saat ini mengikuti pembelajaran di SD Negeri Tulakan 6 yang lokasinya tidak jauh dari SD Negeri Ketanggung 2. Meskipun sudah mendapat tempat belajar baru siswa masih harus dihadapkan dengan beberapa persoalan seperti fasilitas sekolah yang belum dapat menunjang kegiatan pembelajaran, beberapa guru yang sudah mendekati masa pensiun, dan beberapa guru yang tidak menguasai teknologi yang saat ini dibutuhkan.

Argumentasi

Untuk mencapai kemajuan dalam dunia pendidikan, dan menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, perlu difokuskan terlebih dahulu kepada lembaga pendidikan yang dapat menunjang kebutuhan siswa untuk mengekpresikan keinginanya.

Dimulai dari jenjang sekolah dasar yang harus diperhatikan. Sebab sekolah dasar adalah awal dari jenjang selanjutnya. Dengan diperhatikannya sekolah dasar yang berada di wilayah 3T maka pendidikan akan lebih menjadi berkualitas dan merata.

Jika sudah merata maka akan meminimalisir angka siswa yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Ke depan, Indonesia akan siap untuk bersaing dengan Negara lain.

Pada era saat ini sudah seharusnya pendidikan diperhatikan dan tidak diacuhkan. Sekolah sebagai penunjang dunia pendidikan adalah jembatan siswa untuk meraih cita-citanya, dan negara harus mendukung dan memanfaatkan potensi para pelajar ini, demi untuk terus mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.

Pengembangan dunia pendidikan, selain membutuhkan perhatian dari pemerintah atau negara, perlu juga mendapat uluran tangan dari mahasiswa.

Sebagai mahasiswa, diharapkan tidak acuh terhadap kondisi dunia pendidikan di Indonesia. Mahasiswa yang lebih memahami tentang kemajuan Ilmu Pendidikan dan Teknologi diharapkan dapat membantu menunjang keberhasilan sekolah dalam mencipatakan generasi emas bangsa.

Melakukan kegiatan terjun langsung ke masyarakat menjadi salah satu kontribusi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa.

Kemajuan dunia pendidikan merupakan hasil kolaborasi dengan banyak pihak, bukan hanya fokus kepada pemerintah saja. Melalui kerja sama dengan banyak pihak seperti mahasiswa yang turun ke masyarakat, diharapkan langsung dapat membantu meningkatkan level pendidikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Kampus Mengajar 1, seluruh kegiatan mulai dari observasi hingga pendampingan berlangsung dari tanggal 22 Maret sampai dengan 27 Juni 2021.

Ego Fidiyah
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta 2018

BERITA REKOMENDASI