Kartini di Zaman ‘Now’

Oleh : Dr Dra IM Sunarsih SU Apt
Penasihat TP PKK DIY, Wakil Ketua I YKI Cabang DIY

HARI Kartini, 21 April adalah hari peringatan mengenang jasa-jasa RA Kartini, seorang pejuang emansipasi perempuan di Indonesia. Kartini telah membuka pintu bagi para perempuan Indonesia untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan hak-hak mereka.

Pemikiran tersebut telah dituangkan dalam surat-surat Kartini yang dirilis dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang diterbitkan tahun 1911. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih relevan di tengah era modern.

Maka peringatan hari Kartini, diharapkan bisa menjadi ajang penghargaan terhadap perjuangan perempuan dan para perempuan memaknai sosok Kartini benar-benar memberi pengaruh besar dalam kehidupan saat ini. Tetapi gaung Kartini tersebut perlu dicermati apakah sudah dapat diterapkan dalam semua bidang dan seluruh perempuan Indonesia satu suara dalam hal ini. Akhirnya satu pertanyaan muncul, bagaimana sosok Kartini masa kini ?

Mendobrak Adat

Kartini telah mendobrak adat sehingga perempuan dapat mengenyam pendidikan sejajar pria. Perempuan Indonesia pun dapat menduduki jabatan tertinggi. Tentu masih terjadi. Penulis mencoba mewawancarai ‘seperti apa Kartini masa kini’ kepada beberapa kelompok yakni para perempuan pejabat, guru besar, bangsawan, relawan lembaga sosial dan pemberdayaan masyarakat, pasien kanker serta seorang pria tenaga kesehatan profesional dan peneliti.

Hasil wawancara secara keseluruhan telah menggambarkan cita-cita Kartini. Andaikata ibu Kartini masih ada saat ini, pasti akan tersenyum. Kenapa tidak. Responden menjawab, bahwa Kartini masa kini adalah perempuan yang kreatif, mandiri, semangat, berpikir positif, berani mengutarakan pendapat dan berfikir masa depan.

Kartini masa kini cerdas dalam bertindak dan mengambil keputusan, berani memperjuangkan hak-haknya sesuai porsinya serta membuat suatu perubahan dalam masyarakat ke arah positif. Tetapi tidak boleh dilupakan, kehidupan rumah tangganya dan kegiatan luar harus seimbang, selaras dan serasi.

Sebenarnya makna Hari Kartini bagi perempuan Indonesia di zaman sekarang adalah Hari Pemberdayaan Perempuan di Indonesia. Istilah pemberdayaan perempuan menjadi penting di era modern ini. Pemberdayaan perempuan tidak mutlak soal berdaya secara ekonomi.

Ada aspek lain yang harus dimiliki perempuan untuk bisa menjadi manusia berdaya, agar hak dan kewajibannya berjalan seimbang seperti laki-laki. Berarti, perempuan Indonesia yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kekuatan untuk melakukan hal-hal positif dalam hidupnya dan untuk kepentingan bangsa dan negara.

BERITA REKOMENDASI