Kualitas Sistem Pendidikan dan Daya Saing Bangsa Indonesia

KONDISI kualitas pendidikan dan daya saing lulusan perguruan tinggi Indonesia di pasar tenaga kerja masih jauh tertinggal, baik di tingkat internasional maupun di tingkat ASEAN pada scope yang lebih sempit (Kemristekdikti, 2015). Hal tersebut menjadi perhatian kalangan pendidik. Isu-isu terkait seperti peran, manajemen, mutu, sistem, penilaian hasil, dan sebagainya dalam konteks pendidikan selalu menjadi perbincangan. Hal ini karena pendidikan merupakan sistem utama yang dapat mendorong perubahan dalam masyarakat. Melalui pendidikan, akan lahir generasi baru yang membawa nilai-nilai lebih baik.

Generasi baru adalah penentu Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berbagai produk budaya, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Upaya mengalokasikan sumber pendanaan untuk mengembangkan sistem pendidikan terbaik yang dilakukan banyak negara, tentunya akan menentukan kemajuan negara terkait di masa mendatang. Hal tersebut juga akan menentukan posisi mereka dalam konstelasi persaingan antar negara di dunia.

Pembangunan nasional diakui belum sepenuhnya mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air secara merata. Telah terjadi ketimpangan pembangunan antardaerah, terutama terjadi antara Jawa-luar Jawa, antara Kawasan Barat Indonesia-Kawasan Timur Indonesia, serta kota tertentu-wilayah pedesaan. Masih banyak ditemukan daerah-daerah tertinggal, termasuk yang berada di wilayah perbatasan negara. Hal tersebut menjadi tantangan dalam pembangunan nasional. Masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal umumnya kurang tersentuh oleh program pembangunan secara keseluruhan, sehingga akses ke pusat pelayanan sosial, pusat kegiatan ekonomi-sosial-politik menjadi terbatas, terutama di daerah terpencil.

Di perbatasan negara, termasuk pulau-pulau kecil terdepan, negara dihadapkan pada tantangan cukup besar meskipun memiliki potensi Sumber Daya Alam dan posisi geografis strategis. Akan tetapi, kondisi mereka relatif lebih buruk dibandingkan kondisi wilayah negara tetangga, seperti Sambas yang berada di perbatasan, yang kondisinya lebih buruk dibandingkan Serawak.

BERITA REKOMENDASI