Membangun Kewirausahaan Digital

Editor: Ivan Aditya

MASA depan ekonomi digital bisa menjadi salah satu sektor yang akan banyak memberikan kontribusi positif pada penguatan perekonomian Indonesia. Hal itu dapat dilacak dari menguatnya peran teknologi informasi dalam dunia bisnis. Apalagi hadirnya media sosial dalam konteks ekonomi digital semakin mengambil peran hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Itulah yang menjadi indikator dari kemunculan fenomena kewirausahaan digital. Jika ditelaah, kewirausahaan digital berasal dari kata teknopreneur yang bermakna ‘wirausaha digital’ serta gabungan antara ‘teknologi’ dan ‘entrepreneur’.

Dengan demikian kewirausahaan digital adalah upaya pemanfaatan teknologi informasi dan bisnis yang semakin banyak digeluti oleh masyarakat. Jadi tidak heran bila kemudian, saban hari banyak start-up yang berbasis digital hingga .online shop kian menjamur dan memberikan beragam pilihan inovatif kepada masyarakat. Bahkan beberapa perusahaan rintisan Indonesia berbasis digital telah banyak mewarnai dinamika baru kehidupan masyarakat di era ekonomi digital. Sebut saja; Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan masih banyak lainnya.

Mengutip studi Chayapa & Cheng Lu (2018) ada banyak faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk berbelanja online. Di antaranya, pertama kenyamanan. Karena sebagian besar masyarakat mulai berusaha menghindari keramaian hingga berdesak-desakan saat berbelanja dipusat-pusat perbelanjaan. Kedua, kelengkapan informasi yang cepat dan mudah. Ketiga, ketersediaan produk dan jasa tanpa harus berkunjung ke toko tersebut. Keempat, efisiensi biaya dan waktu karena berbelanja melalui online dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Identifikasi itu mengonfirmasi bahwa online shop yang merupakan bagian dari kewirausahaan digital telah banyak menawarkan solusi berupa kemudahan dan kenyaman dengan tarif yang lebih murah.

UMKM Indonesia

Ironisnya, faktor-faktor yang dapat memperkuat model kewirausahaan digital tidak segera direspons pelaku UMKM di Indonesia. Bahkan di Indonesia jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan internet untuk menjual produk masih sangat minim. Berdasarkan riset Deloitte tahun 2016, hanya 9% dari 57,9 juta UMKM yang serius menjual produk melalui jejaring sosial yang terintegrasi maupun melalui platform e-commerce. Selain itu, hanya terdapat 37% pelaku UMKM yang sama sekali tidak memiliki akses internet, baik melalui komputer atau smartphone. Sedangkan 36% UMKM lainnya memiliki akses internet namun tidak digunakan untuk penjualan produk. Sedangkan, 18% lainnya hanya menggunakan jejaring media sosial untuk penjualan produk.

Mengutip penelitian Bank Dunia bahwa keterlibatan UMKM secara digital bisa menjadi salah satu pendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2025 mendatang. Jadi tidak heran bila saat ini hadir program Pemerintah yang ingin menciptakan 6 juta UMKM go digital. Bila program tersebut terwujud, bisa dipastikan jumlah UMKM yang berkemampuan e-commerce akan meningkat dari 8% menjadi 10%-12%. Hal itu tentunya dapat mendorong tambahan 12% kontribusi UMKM kepada Produk Domestik Bruto tahun 2020.

Kehadiran revolusi industri 4.0 yang menjadi indikator menguatnya peran teknologi informasi harus segera dimanfaatkan stakeholder termasuk pengambil kebijakan dalam membangun model kewirausahaan digital. Salah satunya adalah pemerataan ‘infrastruktur digital’ agar dapat membangun suatu ekosistem pendorong tumbuhnya wirausaha digital baru. Pemerataan ini ditujukan agar berbagai aplikasi berbasis teknologi digital yang ada akan semakin dekat dengan UMKM, termasuk juga kepada petani hingga nelayan.

Mendorong

Dengan demikian pemanfaatan platform ecommerce akan dapat menstabilkan harga dengan baik, hingga memperpendek jarak antara produsen dan konsumen tanpa harus melalui mata rantai distribusi yang panjang. Bila kemudian, pelaku UMKM kedepan dapat terus bertransformasi melalui perdagangan berbasis digital, maka secara tidak langsung dapat bisa memperluas usahanya serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

Pada akhirnya, membangun kewirausahaan digital dipercaya akan banyak mendorong UMKM go digital. Sehingga dapat menarik banyak aktivitas ekonomi yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Termasuk menciptakan inovasi dan ekosistem perekonomian Indonesia yang lebih inklusif.

(Bambang Arianto. Alumnus S2 Dept Politik dan Pemerintahan UGM, juga Mahasiswa Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Kamis 23 Mei 2018)

BERITA REKOMENDASI