Memperkuat Kemerdekaan dengan Nilai Pramuka

Editor: Ivan Aditya

ADA dua momen penting bagi generasi muda di bulan Agustus yang masih diperingati setiap tahunnya. Padahal dua kegiatan tersebut yaitu Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan RI maknanya sangat penting bagi ‘perjuangan’ generasi muda saat ini. Terutama bagaimana upaya generasi muda untuk memperkuat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pejuang dengan disinergiskan dengan nilai – nilai moral yang terkandung dalam Pramuka.

Gerakan kepanduan yang dikenal dengan Praja Muda Karana (Pramuka) dengan beranggotakan anak – anak usia sekitar 9 tahun sampai usia dewasa sudah berusia 55 tahun. Melalui gerakan ini akan terbentuk watak dan mental generasi muda utama. Baik itu norma yang ada dalam kehidupan, nilai sosial, kecerdasan emosional maupun kecerdasan sosial. Hal ini sesuai dengan ikrar Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Di mana di dalam Tri Satya, seorang pramuka harus memegang teguh sang Pencipta untuk dapat menjauhi yang dilarangNya, selain itu setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia serta alat pemersatunya dengan mengamalkan Pancasila yang berketuhanan dan berkerakyatan sosial. Kesetiaan yang terakhir ialah setia untuk mengamalkan Dasa Dharma Pramuka, 10 petunjuk atau pedoman bagi pramuka sebagai insan makhluk sosial agar bermanfaat bagi sekitarnya.

Menjadi Patriot

Nilai-nilai dalam Dasa Dharma inilah yang dapat dijadikan pemerkuat kemerdekaan yang harus diteruskan oleh generasi muda. Bagaimana generasi muda selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memelihara dan menjaga alam beserta isinya yang diwariskan oleh para pahlawan pendiri bangsa negara. Bukan sebaliknya mengeksploitasi secara besar-besaran hanya demi keinginan konsumtif. Selain itu sebagai generasi muda berjiwa Pramuka dan ‘pejuang’ kemerdekaan harus menjadi seorang patriot yang berani bertanggungjawab namun tetap sopan, patuh pada aturan yang ada. Jika ada suatu permasalahan diselesaikan tanpa melalui kekerasan tetapi dengan musyawarah dengan tanpa putus asa menyelesaikannya dan tabah menghadapi cobaan yang ada. ‘Pejuang’ kemerdekaan harus dapat secara sukarela berani menolong dengan sesama yang membutuhkan, menerapkan hidup hemat dan cermat, berdisiplin dan tetap bertutur kata dan perilaku yang baik di dalam kehidupan bermasyarakat kesehariannya.

Memperkuat kemerdekaan melalui nilai-nilai yang terkandung dalam pramuka, yaitu Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka bagi generasi muda memang cukup mendasar karena saat generasi muda tengah terombang-ambing dalam kerapuhan untuk menjaga negeri ini. Generasi muda cenderung menikmati teknologi yang ada dengan didasari alasan agar tidak ketinggalan teknologi tanpa mengimbanginya dengan filter diri. Keegoisan pribadi dengan mengutamakan budaya konsumtif tanpa mengutamakan kepentingan bersama juga sudah mulai menggejala di kalangan generasi muda. Padahal di sekitarnya masih ada yang kekurangan dan perlu uluran bantuan generasi muda. Potensi yang dimiliki yang bila disadari generasi muda dapat memperkuat masa-masa kemerdekaan ini jarang dioptimalkan dan hanya menghasilkan perilaku-perilaku negatif yang justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Berjiwa Patriotisme

Tertanamnya nilai-nilai Pramuka dalam jiwa generasi muda, mampu memberikan bekal dan pedoman bagaimana generasi muda memperjuangkan kembali semangat para pejuang untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semangat yang selalu berjiwa patriotisme dan pantang menyerah dalam segala kondisi, ancaman dan keadaan apapun. Memiliki dan mengoptimalkan watak dan perilaku cerdas melalui akal pikirannya secara positif dan produktif mampu berkarya dan bermanfaat bagi pembangunan negeri ini sehingga mengesampingkan sikap bermalas-malasan dalam kehidupan. Selain itu, bersedia meluangkan waktunya tanpa harus menunggu permintaan menolong sesamanya yang membutuhkan.

Kemerdekaan yang diperjuangkan pejuang akan menjadi lebih berarti bila generasi mudanya mampu memperkuatnya dengan kesadaran diri mengisi kemerdekaan dengan nilai positif, karya positif dan sikap positif. Sehingga generasi muda akan menjadi generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan di alam kemerdekaan ini dan mendarmabaktikan dirinya bagi kemajuan negeri ini.

(Didit Kurniawan SPsi. Konselor Keluarga dan Anak DIY. Artikel ini tertulis di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu 13 Agustus 2016)

BERITA REKOMENDASI