Menkes dan Dirut BPJS Baru, Harapan Baru Kesehatan di Indonesia

Menkes dan Dirut BPJS Baru, Harapan Baru Kesehatan di Indonesia
Dr.dr. Ibnu Purwanto

Tanggal 19 Februari 2021, Presiden Joko Widodo mengangkat Prof. Ali Ghufron Mukti sebagai Dirut baru BPJS Kesehatan. Penyegaran dan penguatan BPJS Kesehatan dengan Dirut baru ini diharapkan membawa angin segar restrukturisasi dan pengembangan ke arah lebih baik, mengingat Prof Ali Ghufron merupakan ahli dalam bidang jaminan kesehatan nasional.

Sebelumnya Presiden Jokowi pada tanggal 23 Desember 2020 telah mengambil keputusan yang mencengangkan dan di luar kalkulasi dari kebanyakan pengamat atau masyarakat awam, dengan mengangkat Menkes di luar kalangan kesehatan dan ini baru pertama kalinya dalam sejarah negara Indonesia. Didampingi Wamenkes yang masih muda dengan latar belakang seorang klinisi handal internist- endocrinologist lulusan UI dan PhD dari Jepang. Kita berharap adanya Dirut BPJS yang baru serta Menkes baru ini akan menghasilkan sinergi yang kuat sehingga membawa perbaikan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Sinergi dalam pembuatan dan pelaksanaan regulasi sehingga sistem jaminan kesehatan nasional berjalan dengan baik. Dengan adanya layanan kesehatan yang baik akan membawa efek multiplier ke bidang lainnya sehingga menguatkan ekonomi dan pembangunan nasional yang berkesinambungan.

Pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan sudah memulai langkah besar dalam penanganan COVID-19, dengan berjalannya program vaksinasi COVID-19. Setelah langkah awal penanggulangan Covid 19, pemerintah juga mempunyai PR (Pekerjaan Rumah) jangka menengah dan panjang yaitu menguatkan fondasi struktur kesehatan dan integritas Sumber Daya Manusia (SDM), dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia secara luas. Hal ini bisa terwujud dengan kerjasama yang erat antara Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, dengan mensinkronkan berbagai regulasi secara tepat, tegas yang bermuara untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

Organisasi Kesehatan dunia, WHO (World Health Organisation) mengembangkan kerangka kerja sistem kesehatan suatu negara yang mencakup 6 pilar (Six Building Blocks of a Health System, WHO 2007), yaitu : 1.Service delivery (pelaksanaan pelayanan Kesehatan); 2.Health workforce (tenaga medis), 3. Health Information System (Sistem Informasi Kesehatan), 4. Produk medis, vaksin, dan teknologi , 5. Financing (Sistem pembiayaan Kesehatan), dan 6. Leadership dan governance (Kepemimpinan dan Pemerintah). Pada tulisan ini kami akan membahas beberapa pekerjaan rumah dalam 2 pilar pertama yaitu : service delivery dan health workforce, oleh karena kedua pilar tersebut sangat penting yang akan menentukan keberhasilan pilar-pilar yang lain, serta membedakan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia dengan negara maju.

BERITA REKOMENDASI