Pancasila Penjaga Toleransi Indonesia

Editor: Ivan Aditya

KONDISI Indonesia hari ini, memunculkan kerinduan kembali pada nilai Pancasila. Konflik horizontal, radikalisme berlabel agama, dan perilaku intoleransi menjadi masalah yang sangat krusial yang harus segera kita selesaikan secara bersama-sama. Menjelang bulan suci Ramadan ini warga Indonesia dikejutkan oleh serangkaian berita teror peledakan bom di Surabaya ataupun aksi penusukan yang terjadi di Kepolisian Riau.

Kesadaran nilai Pancasila yang kian menurun di masyarakat Indonesia belakangan ini ternyata membawa implikasi yang sangat serius terhadap menguatnya aksi terorisme dan perilaku radikalisme di Indonesia. Kesadaran akan budaya toleransi yang rendah menyebabkan masyarakat kita menjadi sangat mudah diprovokasi sejumlah pemberitaan bohong (hoax) dan sentimen politik yang tak beralasan. Sesama warga masyarakat sekarang ini juga tampak begitu mudah diadudomba oleh kabar berita yang belum jelas kebenarannya tetapi direspons sangat cepat dengan sikap dan perilaku yang kontraproduktif. Lantas jika demikian situasinya, maka hal apa yang dapat kita lakukan untuk Indonesia hari ini.

Kesadaran Sejarah

Harus diakui bahwa perkembangan era global dan kemajuan zaman dewasa ini, sudah menyebabkan nilai-nilai tradisi di masyarakat terdesak dan tercerabut. Demikian juga, Pancasila sebagai ideologi bangsa, mulai luntur dan ditinggalkan. Sejumlah kalangan bahkan mulai mengkhawatirkan terhadap kecenderungan nilai-nilai Pancasila yang tidak lagi menjadi ‘roh’ dalam berbagai kebijakan untuk meraih cita-cita bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila adalah jiwa dari seluruh bangsa yang memberi kekuatan hidup kepada Bangsa Indonesia sampai hari ini.

Pancasila sudah memberikan bukti bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara ini dapat dijalankan. Karenanya tidak dapat dibayangkan bagaimana kebangsaan Indonesia ini dapat dijaga dan dirawat ketika negara dibangun hanya berdasarkan unsur-unsur primordial maupun agama tertentu yang dominan. Pancasila harus dijadikan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus memperkuat Pancasila sebagai jati diri bangsa. Perlu ditanamkan kembali pemahaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa. Setiap warga negara, penyelenggara negara dan lembaga kemasyarakatan lainnya perlu mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena tanpa memiliki pandangan hidup, bangsa ini akan sangat mudah terombang-ambing dalam menghadapi persoalan yang datang.

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman, wacana persatuan sebenarnya akan terus mengikuti setiap langkah perjalanan Republik ini. Maka sangat rasional bila diperlukan pemikiran besar sebagai jiwa pemersatu bangsa. Oleh Bung Karno dikatakan bahwa Pancasila adalah philosofische grondslag yang menjadi landasan statis bagi kokohnya negara Indonesia dan juga berfungsi sebagai acuan dinamis bagi gerak pembangunan dalam menggapai cita-cita bangsa demi kesejahteraan bersama.

Pancasila adalah konsep tentang hakikat eksistensi manusia. Pancasila telah memberikan arahan bahwa eksistensi manusia harus selalu mengutamakan relasi manusia dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, dan dengan dunia alam semesta.

Keberagaman

Konsep keberagaman memberikan arahan dimana Pancasila mendudukkan harkat dan martabat manusia dalam hidup kebersamaan. Dan tetap memandang keberagaman masyarakat dalam persatuan dan kesatuan bangsa demi mewujudkan keserasian antara kewajiban dan hak, antara kewajiban asasi dan hak asasi sesuai dengan fungsinya. Konsep kesatuan mengajak seluruh komponen yang terlibat dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara untuk membentuk suatu kesatuan yang utuh. Tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras maupun antargolongan.

Konsep kerakyatan berisi pemikiran agar keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ditentukan sehingga dapat terwujud keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Begitu pula pada konsep kebangsaan yang berisi komitmen bersama seluruh komponen bangsa dalam satu kesatuan bangsa. Berangkat dari nilai luhur seperti inilah penting bagi kita untuk memiliki kesadaran sejarah bersama agar terus menempatkan dan mengamalkan secara utuh Pancasila sebagai penjaga toleransi di Indonesia.

(Haris Zaky Mubarak MA. Sejarawan Alumnus Universitas Gadjah Mada. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Rabu 30 Mei 2018)

BERITA REKOMENDASI