Perkuat Nasionalisme, Kembalikan Pendidikan Pancasila Pada PP Momor 57/2021

Perkuat Nasionalisme, Kembalikan Pendidikan Pancasila Pada PP Momor 57/2021

DR. Purnomo Ananto
Kepala Pusat Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan
Politeknik Negeri Media Kreatif

Di Era Revolusi industry 4.0 dan semakin derasnya arus globalisasi ternyata memberikan dampak yang besar bagi bangsa dan warga negara Indonesia serta kurangnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, rendahnya pengetahuan tentang nilai-nilai pancasila dalam warga negara, pelajar dan mahasiswa akan dapat menimbulkan aliran-aliran radikalisme dan ekstremisme yang akan berakibat tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan nilai pancasila atau bisa disebut tindakan-tindakan radikal. Oleh karena itu, pendidikan pancasila perlu diajarkan di perguruan tinggi untuk dapat menjadi motivasi dan dapat meningkatkan pengetahuan lebih tentang nilai-nilai pancasila, selain itu warga negara juga perlu lebih mengetahui tentang nilai-nilai Pancasila karena Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian, yakni cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar pandangan bangsa Indonesia, ideologi membimbing bangsa dan negara untuk mencapai tujuannya. Indonesia memiliki hukum dasar tertulis yang disebut undang-undang dasar (UUD), Pancasila juga termuat didalamnya serta terkandung pula cita-cita, harapan, kehendak, dan keinginan seluruh bangsa Indonesia.

Seperti kita ketahui bersama Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. PP ini cukup mengejutkan segenap guru, dosen dan pegiat Pancasila karena tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, karena dalam PP No 57 Tahun 2021 ini tidak mencantumkan Pendidikan Pancasila sebagai Mata Kuliah Wajib di Perguruan Tinggi ataupun Mata Pelajaran Wajib di Sekolah.

Jika Penghapusan Pendidikan Pancasila ini dibiarkan maka sangat dikhawatirkan para pelajar dan mahasiswa semakin tidak mengenal Pancasila, hal ini sudah barang tentu mereka akan semakin rentan terpapar paham radikalisme dan terorisme. Sehubungan dengan latar belakang tersebut maka Pusat Kajian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta. Menyatakan beberapa hal sebagai berikut.

1.Diterbitkannya PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menghilangkan Pendidikan Pancasila sebagai materi dan muatan wajib kurikulum mulai dai jenjang pendidikan dasar hingga jenjang Pendidikan Tinggi, sebagaimana tertuang dalam pasal 40 ayat (2) dan (3) yang menyebutkan kurikulum Pendidikan dasar, pendidikan menengah dan Pendidikan Tinggi hanya wajib memuat Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa.

2. Meniadakan Pendidikan Pancasila dalam PP Nomor 57 Tahun 2021 sebagai kurikulum wajib merupakan tindakan yang membahayakan generasi muda (pelajar dan mahasiswa) karena berpotensi mengubur Pancasila yang saat ini justru sangat dibutuhkan oleh seluruh Warga Negara Indonesia untuk menangkal paham radikalisme-terorisme.

Berdasarkan hal tersebut maka Pusat Kajian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta (Polimedia).
“Meminta kepada Pemerintah untuk Membatalkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, atau setidaknya merevisi Pasal 40 muatan Kurikulum untuk semua jenjang pendidikan, dengan memasukkan Pendidikan Pancasila sebagai Kurikulum wajib”. (*)

BERITA REKOMENDASI