Road Safety di Era New Normal Covid-19

Editor: Ivan Aditya

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY saat ini sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan tatanan kehidupan baru atau New Normal. Kampanye ini bertujuan, agar masyarakat bisa hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Hampir tiga bulan lebih, masyarakat Indonesia telah ‘dikurung’ di rumah, mengurangi beraktivitas di luar. Belum lagi pemerintah hanya membolehkan 11 sektor kegiatan masyarakat yang boleh dijalani. Pemerintah juga ‘memaksa’ msyarakat untuk selalu membersihkan diri, menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Sejak ditemukannya kasus pertama yang dikonfirmasi sejak 2 Maret 2020, kini pemerintah meminta masyarakat hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19, sampai ditemukannya vaksin yang benar-benar efektif menyembuhkan penyakit akibat virus korona. Ditlantas Polda DIY meyakini, pandemi Covid-19 merupakan realitas, suatu keniscayaan yang harus dihadapi ke depannya. Untuk itu, menghadapi kondisi baru masyarakat harus berubah. Harus melakukan penyesuaian baru yang sama sekali berbeda dengan cara-cara hidup sebelumnya. Perlu adaptasi, karena pandemi ini berpotensi tetap ada. Kita belum tahu kapan akan berakhir. Dikhawatirkan, mengurung diri dalam waktu lama bisa menimbulkan masalah ekonomi dan psikologis.

Untuk itulah, menghadapi tatanan kehidupan baru, Ditlantas Polda DIY, selain fokus pada road safety menjaga gerak lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar, juga berupaya membantu pemerintah mendisiplinkan masyarakat mengacu pada protokol kesehatan. Antara lain, secara rutin melakukan sosialisasi pentingnya mematuhi protokol kesehatan disertai dengan pembagian masker secara gratis bagi pengguna lalu lintas jalan yang ‘tertangkap tangan’ tidak mengenakan masker.

Elaborasi road safety dan penanganan Covid-19 diperlukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini tidak lepas dari upaya kepolisian untuk selalu memperbaiki pola pemolisian menuju kebijakan keselamatan berlalu lintas. Pemolisian di bidang road safety dibangun untuk mendukung program pemerintah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan terwujudnya lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Selain itu juga meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan. Sehingga terbangunnya budaya tertib berlalu lintas dan pelayanan prima di bidang lalu lintas angkutan jalan.

Program ini secara serentak didukung para Kasat lantas jajaran di semua Polres di wilayah Polda DIY. Harus kita sadari, Covid-19 sampai saat ini belum bisa dikendalikan. Lembaga penelitian di seluruh dunia masih berlomba untuk menciptakan vaksin virus mematikan tersebut, termasuk Indonesia. Angka manusia yang terpapar terus bergerak naik-turun.

Pada 11 April 2020 Presiden Joko Widodo akhirnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Status Darurat Kesehatan Masyarakat dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dampak penerapan PSBB, perekonomian lumpuh, daya beli masyarakat melemah, angka pengangguran dan PHK meningkat. Melihat kenyataan di lapangan Presiden Jokowi pada akhirnya menerapkan tatanan kehidupan baru masyarakat. Menyongsong tatanan normal baru, Kementerian Kesehatan pun menyiapkan protokol yang harus disosialisasikan kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat tetap produktif dalam koridor aman.

Inilah antara lain pedoman Ditlantas Polda DIY dalam mengkapanyekan tatanan norma baru. Terus konsisten melakukan inovasi dan perbaikan. Antara lain, membangun sinergitas penuh harmoni dengan TNI sangat diutamakan. Kontribusi dalam menangani pandemi Covid-19 akan terus dilakukan demi membangun negara dan bangsa.Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas di tengah pandemi Covid-19, salah satu langkah yang dilakukan adalah menggiatkan patroli, baik ditingkat Polda maupun Polres. Patroli ini terus dioptimalkan di daerah-daerah rawan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Karenanya, jajaran Ditlantas Polda DIY yang tersebar di tingkat Polres, harus bisa memetakan daerah-daerah rawan. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, perlu juga dibangun jalinan komunikasi dengan seluruh stakeholder, sehingga apabila ada permasalahan yang menimbulkan gangguan dapat diselesaikan. Dengan patroli kita bisa temukan masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Dalam menyongsong New Normal di wilayah DIY, diperlukan disiplin yang sangat ketat terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kedisiplinan ini upaya paling efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19. Memang, Keberhasilan tergantung dari kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, namun untuk memastikan keduanya berjalan, diperlukan peran polisi di dalamnya.

Di sinilah letak persoalannya. Peran polisi yang demikian krusial dan signifikan tentu menjadi tugas cukup berat yang tidak pernah diduga sebelumnya. Polisi pada satu sisi memiliki tugas-tugas rutin sebagai aparat penegak hukum dan penjaga ketertiban umum. Sementara di sisi lain menjadi pihak yang diandalkan untuk menegakkan aturan kaitannya dengan Covid-19. Pada saat yang sama, seluruh personel polisi di lapangan juga harus meningkatkan kewaspadaan bagi dirinya karena kemungkinan tertular virus ini juga sangat besar.

Kombes Pol I Made Agus Prasatya SIK MHum, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY.

BERITA REKOMENDASI