’Sense of Community’ di Masa Pandemi

Dr Hadi Suyono SPsi MSi
Penulis adalah Ketua Bidang Dinamika Sosial dan Komunitas Fakultas Psikologi UAD 

TAJUK rencana Kedaulatan Rakyat (4/5/2020) mengangkat judul ‘Aksi Mengharukan’, Solidaritas ala Yogyakartaí terasa penting di masa pandemi Covid19. Dampak pandemi Covid-19 membikin perusahaan merumahkan karyawan. Sementara buruh berhenti bekerja, pedagang bangkrut. Kondisi ini menyebabkan banyak warga yang tak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan kebutuhan paling mendasar yaitu pangan.

Maka aksi yang dilakukan salah satu warga Tirtoadi, Mlati, Sleman merupakan tindakan sangat dibutuhkan di masa pandemi. Sumbangan bahan pangan, setidaknya meringankan beban warga tak mempunyai penghasilan lagi di masa pandemi. Langkah terpuji tersebut merupakan bagian dari altruisme.

Perilaku altruisme diimplementasikan dengan perbuatan menolong tanpa pamrih. Begitu besar manfaat untuk membantu warga yang ketahanan ekonomi keluarga rapuh karena dampak pandemi Covid-19. Altruisme mendesak untuk dikembangkan bukan hanya sebatas pada tingkat individu, tetapi disebarluaskan di tingkat komunitas. Komunitas yang dimaksud rukun tetangga, rukun warga, kampung, dan lingkungan perumahan.

Menciptakan

Cara merajut altruisme pada komunitas dengan menciptakan sense of community. Dalton, Elias, & Wandersman (2001) menjelaskan sense of community diandalkan membentuk perilaku menolong di tengah pandemi Covid-19 karena mengandung membership. Pemahaman dari membership adalah adanya ikatan perasaan memiliki di antara warga setempat sehingga menumbuhkan empati dan kepekaan sosial. Dengan adanya membership membangun rasa kepekaan sosial terhadap kesusahan orang lain di sekitar.

Dirinya akan tahu bahwa tetangga sebelah tak cukup punya uang untuk membeli makan. Kesadaran ini akan mengusik empati, yaitu kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain dan mengerti betapa susahnya warga yang tak dapat menyediakan pangan bagi keluarganya. Dinamika psikologis tersebut menggerakkan individu menolong orang lain.

Meski tak diminta. Sense of community mampu memotivasi individu membantu tetangganya yang sedang bermasalah sebagai akibat merebaknya Covid-19 juga memuat unsur integration dan fullfilment needs. Unsur ini berfungsi menjalin kohesivitas untuk meningkatkan kelekatan atau kekompakan warga suatu komunitas.

Kohesivitas mempunyai sisi positif seperti berkembangnya berbagi peran dan keuntungan antar warga. Situasi demikian menyuburkan solidaritas sosial saling menolong. Warga lebih beruntung memiliki rezeki dapat diberikan sebagian membantu warga lain yang sedang ditimpa musibah karena Covid-19. Terkait dengan solidaritas sosial.

Sebenarnya komunitas sudah memiliki kearifan lokal yaitu gotong royong. Dalam krisis Covid-19 berpengaruh negatif pada berbagai sektor kehidupan, gotong royong menjadi modal sosial untuk menghadapi krisis tersebut secara bersama-sama. Sehingga masalah berat sebagai dampak dari pandemi Covid-19 saat dihadapi secara bersama menjadi ringan.

Hal ini perlu dijalankan dengan latar belakang menggantungkan penyelesaian masalah pada pemerintah jelas tidak mungkin. Pemerintah memiliki keterbatasan mengatasi problem besar Covid-19.

Menanamkan

Covid-19 optimis dapat dihadapi secara bersama-sama di antara warga setempat dengan menanamkan sense of community karena ada koneksi emosi yang membuahkan kekeluargaan.

Satu rukun tetangga, rukun warga, kampung, atau lingkungan merupakan keluarga besar. Kalau ada tetangga yang kena musibah terpapar Covid-19, terkena pemutusan hubungan kerja, atau usahanya bangkrut. Problem ini dapat diselesaikan dalam bingkai kekeluargaan. B

erat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Warga memperoleh masalah sejatinya keluarga sendiri yang memerlukan dukungan sosial maupun ekonomi dari saudara di sekitarnya. Konsep itu menempatkan sense of community sebagai bagian dari solusi memecahkan masalah Covid-19. Realisasinya diwujudkan melalui uluran tangan dari para pihak.

Seperti perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan perusahaan melaksanakan program community development membangun sense of community untuk memerangi Covid-19. ❑-o *)

BERITA REKOMENDASI