Verifikasi Parpol Peserta Pemilu

Editor: Ivan Aditya

TAHAPAN verifikasi sebentar lagi tiba. Tidak sedikit partai politik (parpol) yang sudah mempersiapkan bekal menyambut, baik itu partai lama maupun baru. Derajat komunikasi partai di beberapa daerah dengan KPU setempat juga mulai meningkat akhir-akhir ini.

Berdasarkan UU tersebut proses penetapan parpol peserta pemilu harus dilaksanakan paling lambar 14 bulan sebelum hari pemungutan suara (Pasal 178: 2). Dan KPU sudah menyepakati hari pemungutan suara akan jatuh tanggal 17 April 2019. Artinya pendaftaran peserta pemilu sudah harus dimulai pada bulan Oktober 2017. Dan tidak ada peserta pemilu yang melenggang verifikasi pada Pemilu 2014 lalu. Ada dua tahap verifikasi yang harus dilalui setelah parpol melakukan pendaftaran yaitu verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

Verifikasi Parpol

Sebagai bahan komparasi, verpol (verifikasi partai politik) sebenarnya baru diterapkan pada pemilu pasca reformasi. Pertama, Pemilu 1999 yang merupakan pemilu pertama sejak tumbangnya Orde Baru telah muncul 141 parpol terdaftar di Departemen Kehakiman. Namun hanya 48 partai yang bisa menjadi peserta pemilu karena sisanya tidak lolos tahap verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

Kedua, pada Pemilu 2004 persyaratan peserta pemilu semakin ketat mengingat yang diverifikasi faktual tidak hanya kantor dan kepengurusan melainkan juga keanggotaan dengan jumlah minimal 1.000 orang atau 1/1.000 dari jumlah penduduk pada setiap kepengurusan di kabupaten/kota. Saat itu ada 48 partai yang mendaftar di KPU, hanya 18 parpol dinyatakan lolos verifikasi sedangkan 6 partai lainnya otomatis lolos karena memenuhi batas electoral threshold (ET) 2% pada Pemilu 1999. Sehingga peserta Pemilu 2004 menjadi 24 parpol nasional.

Ketiga, Pemilu 2009 dan 2014. Kedua pemilu ini dalam konteks verifikasi relatif sama, yang paling membedakan hanyalah jumlah partai dan penerapan ET-nya. Sementara untuk verifikasi faktual keanggotaannya juga sama dengan Pemilu 2004. Dari 64 partai mendaftar yang lolos menjadi peserta Pemilu 2009 sebanyak 38 partai nasional. Sedangkan pada Pemilu 2014 sebanyak 12 partai nasional dari total 46 partai yang mendaftar secara resmi.

Terkait dengan ambang batas, ada 7 partai pada Pemilu 2009 yang otomatis lolos verifikasi karena memenuhi ambang batas suara 3% sebagaimana tertuang dalam Putusan MK No 12/PUU-VI/2008. Namun demikian ambang batas tersebut tidak lagi berlaku pada pemilu berikutnya mengingat putusan MK No 53/PUUX/2012 mengharuskan seluruh parpol terdaftar yang ingin menjadi peserta Pemilu 2014 harus diverifikasi baik itu partai yang telah memenuhi ET maupun yang tidak. Lalu bagaimana dengan verifikasi parpol Pemilu 2019?

Panen Gugatan

Dinamika jumlah peserta pemilu dari waktu ke waktu tentunya lebih dari sekadar hasil angka. Karena dalam prosesnya angka-angka tersebut sebenarnya merekam, bicara, dan bersaksi atas hiruk pikuk yang terjadi mulai dari proses pendaftaran, verifikasi sampai pada penetapan. Memang usai penetapan penyelenggara biasanya panen gugatan. Sehingga perlu dipastikan, angka-angka yang dihasilkan tim verifikator di atas bukan hanya bisa ‘bicara’tetapi juga ditemani alat bukti dalam setiap sisi yang diverifikasi.

Tantangan Pemilu 2019 sudah di depan mata, rumusan PKPU yang telah dikonsultasikan dengan DPR pada 28 Agustus lalu memunculkan ‘PR’ baru bagi KPU. Karena ada beberapa anggota yang menginginkan agar verifikasi faktual keanggotaan partai nanti dilakukan secara sensus semua. Belum lagi kalau Mahkamah Konstitusi ternyata mengabulkan uji materi UU No 7 tahun 2017 yang meminta semua kontestan pemilu untuk diverifikasi.

Perlu langkah strategis KPU dalam mengatasi potensi gejolak yang menyelimuti proses verifikasi. Koordinasi, sosialisasi, dan simulasi dengan para pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan. Agar penyelenggaraan verifikasi tidak terganggu dengan ‘jalan-jalan buntu’yang tidak perlu.

(Ahmad Anfasul Marom MA. Anggota Divisi Hukum Komisioner KPU DIY. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Selasa 12 September 2017)

BERITA REKOMENDASI