Wanita Angkatan Udara Realisasi Emansipasi Wanita

Editor: Ivan Aditya

BILA kita mau berhasil dalam menyelesaikan Revolusi Besar kita ini, maka kaum wanita harus diikutsertakan, harus bahu membahu dan sederajat dengan kaum prianya berjuang mati-matian melenyapkan segala rintangan dan musuh-musuh revolusi dan bersama-sama pula bahu membahu mengadakan pembangunan di segala bidang.
(Bung Karno, Juli 1964)

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-57 Wanita Angkatan Udara mengungkapkan, kaum wanita memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia, tidak terkecuali di bidang pertahanan. Atas dasar itulah, sejak tahun 1963, pelibatan wanita Indonesia dalam berbagai penugasan militer di tubuh TNI Angkatan Udara dimulai.

Wanita Angkatan Udara adalah perempuan perkasa, perempuan pilihan bukan perempuan sembarangan. Karena untuk menjadi Wanita Angkatan Udara harus memenuhi berbagai persyaratan dan mengikuti serangkaian tes yang tidak ringan.

Berbekal pengetahuan dan ketrampilan yang didapat selama mengikuti pendidikan kemiliteran, para wanita pilihan ini dibentuk dan dipersiapkan untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Udara yang Kesatria, Militan, Loyal dan Profesional serta berjiwa Sapta Marga. Tak hanya itu, Wanita Angkatan Udara juga harus selalu mampu menunjukkan sikap tanggap, tanggon dan trengginas, namun tetap menjujung tinggi harkat dan martabatnya sebagai wanita Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme prajurit, TNI Angkatan Udara tidak membeda-bedakan antara prajurit pria dan prajurit wanita. Keseluruhan pembinaan prajurit TNI Angkatan Udara diarahkan agar tiap-tiap personel mampu menguasai bidang tugasnya. Dengan begitu, seluruh prajurit TNI Angkatan Udara baik pria maupun wanita, mampu memainkan perannya dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara secara keseluruhan. Oleh karenanya, belajar dan berlatih harus menjadi satu napas kehidupan, tak terkecuali Wanita Angkatan Udara.

Selama 57 tahun sejak kelahirannya, Wanita Angkatan Udara memang telah membuktikan diri untuk terlibat secara maksimal dalam setiap penugasan. Wanita Angkatan Udara pun telah mengukir banyak prestasi baik di dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, semakin banyak pula peran yang dimainkan oleh Wanita Angkatan Udara, mulai dari teknisi pesawat, armament, penerjun, navigator, hingga penerbang tempur yang selama ini identik menjadi tugas prajurit pria.

Memang berat yang dituntut dari Wanita Angkatan Udara. Di samping tanggung jawabnya sebagai seorang prajurit dengan berbagai tugas yang diemban, Wanita Angkatan Udara juga harus mampu berperan sebagai ibu dan istri yang baik. Dan yang perlu digarisbawahi, keberhasilan dalam pelaksanaan tugas akan menjadi tidak bermakna jika prajurit Wanita Angkatan Udara tidak mampu mendidik putra-putrinya menjadi insan yang berguna dan membina kerukunan dalam berumah tangga.

Kolonel Sus Yuto Nugroho
Kepala Museum Pusat Tni AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla)

BERITA REKOMENDASI