WfH dan Problema Berat Badan

Antonius Tri Wibowo SPd KOr MOr
Dosen Prodi Ilmu Keolahragaan, FKIP UMBY

BEBERAPA hari lalu ada teman dari Bekasi bertanya : ”Mengapa selama WfH (work from home) berat saya jadi naik 3 kg ya? Bagaimana ni Bro?”. Pertanyaan kenapa bisa naik dan bagaimana caranya biar tidak naik, tentu bisa mewakili kita semua selama menjalani karantina, social distancing. Pasalnya, semua kegiatan ataupun pekerjaan wajib dilakukan di rumah.

Sebenarnya soal bekerja mungkin sama saja, tetap mengerjakan pekerjaan yang selalu kita lakukan, hanya bedanya dilakukan di rumah dan jika melakukan pertemuan ataupun kuliah lewat media online. Tetapi yang perlu kita cermati dan menjadi kesadaran dan komitmen kita adalah kontroling jumlah asupan kalori kita.

Tentu juga berapa besar kalori yang kita keluarkan untuk bekerja di rumah ataupun belajar, kuliah online. Ini akan berbeda dengan kalau melakukan kegiatan normal. Itu yang harusnya menjadi catatan untuk kita.

Harus Bijak

Kalori merupakan unit pengukuran yang menyatakan jumlah dari energi dalam makanan. Jadi kalau kita makan atau minum maka kita akan memberi kalori atau energi pada tubuh. Kalori yang kita konsumsi untuk kegiatan berjalan, mengemudi motor ke kampus atau kantor bahkan sampai menunggu dalam kemacetan kota.

Bahkan jika berdebat dengan teman di kantor atau teman kampus. Itu semua menghabiskan lumayan banyak energi. Ada bayangan? Sekarang dalam posisi WfH tentu kita juga harus bijak dan menyadari kegiatan kita seberapa besar aktivitas selama di rumah?

Perlu diketahui menurut Pedoman Diet 2015-2020 untuk masyarakat Amerika, rata-rata kebutuhan atau asupan energi dalam tubuh manusia dewasa 2.000-3.000 kalori/hari untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan 1.600-2.400 kalori/hari. (medicalnewstoday.com).

Sedangkan untuk masyarakat Indonesia menurut Kementerian Kesehatan RI rata-rata kebutuhan laki-laki umur 30-49 tahun adalah 2.625 kalori/hari, sedangkan untuk perempuan usia 30-49 2.150 kalori/hari.

Perlu kita ketahui setiap orang tentu berbeda kebutuhan energinya setiap hari bergantung dari usia, berat badan seseorang, tinggi badan, gaya hdup, kesehatan, jenis kelamin dan aktivitas fisik yang dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar semua terkontrol.

Pertama, selalu berpikir positif dan menyadari kondisi saat ini harus bekerja di rumah demi keselamatan kita dan semua orang. Sekaligus menjadi bahan refleksi kita bahwa manusia lemah di mata Tuhan Sang Pencipta.

Kedua, setelah sadar kondisi selama WfH berbeda dengan keadaan normal, sadari juga jumlah konsumsi kalori yang kita makan. Jangan disamakan dengan biasanya dalam keadaan normal keseharian. Ketiga, hindari banyak konsumsi gula berlebih.

Tanpa disadari sebenarnya kita makan karbohidrat yang sudah dimakan selama tiga kali sehari itu bahkan ditambah konsumsi cemilan juga, akan diubah menjadi glukosa di dalam darah. Semua nanti akan diubah menjadi energi di dalam sel untuk aktivitas kita. Keempat, melakukan olahraga ringan sesuai kemampuannya.

Inilah kesempatan melakukannya di rumah karena pasti ada waktu luang selama bekerja di rumah. Terakhir yang bisa dilakukan adalah melakukan kegiatan atau hobi yang selama ini jarang dilakukan. Jika selama ini karena macet membuat tidak bisa melakukan hobi, kini tidak ada lagi alasan.

Referensi

Sekarang semua tergantung kita. Semua referensi untuk mencari tahu kalori dari bahan makanan, mencari kebutuhan energi keseharian sampai panduan dalam melakukan aktivitas selama di rumah dalam masa WfH ini sudah tersedia. Ini akan bisa membantu dalam mengontrol berat badan kita.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah anda memiliki awereness dengan semuanya itu? Jawabannya? Silakan jawab sendiri dan putuskan sendiri!

(Artikel ini dimuat di Opini, SKH Kedaulatan Rakyat, edisi Kamis 23 April 2020) 

BERITA REKOMENDASI