Malam Lailatul Qadar

user
danar 24 April 2022, 19:30 WIB
untitled

RAMADAN bulan kesembilan dalam kalender Islam, bulan paling dinanti dan berfungsi sebagai waktu refleksi spiritual yang mendalam. Di bulan suci ini, banyak umat Islam serius dalam ibadahnya demi mendapatkan berkah Ramadan. Ramadan memang menjadi bulan yang istimewa dan penuh keberkahan, terutama di sepuluh malam terakhirnya.

Malam Lailatul Qadar, yang hanya terjadi pada bulan Ramadan adalah malam yang penuh dengan kemuliaan. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang dinanti-nantikan setiap Ramadan karena memiliki banyak keutamaan.

Seseorang yang mendapatkan keberkahan di malam itu, ia akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam penetapan. Karena malam itu Allah SWT menetapkan segala sesuatu untuk tahun tersebut, baik hal-hal terkait dengan kebaikan atau keburukan, termasuk juga urusan pengaturan rezeki dan keberkahan.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa bagi umat Islam. Pada malam tersebut Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu berupa ayat-ayat Alquran kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Malam Lailatul Qadar juga disebut malam kesejahteraan, yang dimulai malam hari hingga terbitnya fajar. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (al-Qadr: 1-5).

Dua peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadan adalah Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Keduanya sama-sama berhubungan dengan turunnya kitab suci Alquran. Nuzulul Quran adalah waktu di mana Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Sementara, Lailatul Qadar adalah malam turunnya Alquran, yang memiliki keistimewaan lebih baik dari seribu bulan. Kendati demikian, Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar merupakan peristiwa yang berbeda.

Mayoritas pendapat ulama menyatakan, malam Lailatul Qadar ada di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Malam Lailatul Qadar akan jatuh pada malam ke sepuluh terakhir di bulan Ramadan. Hal itu sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan."

Namun ada perbedaan pendapat terkait waktu Lailatul Qadar, apakah di awal, di tengah atau di akhir Ramadan. Tapi yang jelas, disepakati ulama bahwa yang benar malam Lailatul Qadar waktunya disembunyikan oleh Allah SWT agar umat Islam berlomba-lomba untuk mencarinya. Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dan mulia di bulan Ramadan. Jika berbuat baik di malam itu, maka bisa kebaikannya lebih bagus yang dilakukan dalam tempo seribu bulan.

Adapun untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar kita bisa menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak salat malam. "Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari).

Amalan malam Lailatul Qadar adalah dengan meningkatkan semangat dalam beribadah. Segala doa yang tidak diterima di waktu-waktu lain akan diterima di malam Lailatul Qadar. Karena itu bisa dengan memperbanyak ibadah, seperti salat, istighfar, membaca Alquran, dan mengharap rahmat Allah SWT. Keistimewaan lain dari malam Lailatul Qadar ini adalah malam yang menyimpan beribu berkah. Kita harus lebih rajin beribadah kepada Allah SWT

di hari-hari terakhir bulan Ramadan agar kita bisa memaksimalkan segala nikmat yang ada di bulan Ramadan ini.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan, pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun ke bumi dengan jumlah yang tidak dapat dihitung. Mereka turun dari pintu-pintu langit yang terbuka bagaikan cahaya yang memancar. Terbukalah kerajaan malakut pada saat itu. Bagi orang yang terbuka hijabnya, ia dapat melihat malaikat yang sedang berdiri, rukuk dan sujud kepada Allah SWT sambil berzikir dan bertasbih. Di antara mereka ada yang dapat melihat surga dan neraka dengan segala isinya.

Tanda-tanda malam lailatul qadar adalah keheningan malam, tidak ada angin, air tidak mengalir dan banyak lagi.(Affan Safani Adham/Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY)

Kredit

Bagikan