Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi RSUP Dr Sardjito Lakukan Penguatan Fungsi Sisrute Masternal Neonatal di DIY

user
Ary B Prass 07 Oktober 2021, 12:17 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com- RSUP Dr Sardjito merupakan rumah sakit utama pendidikan dari  Fakultas Kedokteran  Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, saat ini  sekaligus menjadi salah satu rumah sakit vertikal  dengan area cakupan  seluruh propinsi DIY,  Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur bagian barat, dan  provinsi lain baik di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa.

RS ini juga mempunyai kekuatan-kekuatan yang bisa outstanding,  untuk menjalankan amanah dari Kementrian Kesehatan. Saat ini Kemenkes sedang melaksanakan transformasi pelayanan kesehatan diantaranya adalah penguatan FKTP maupun FKTL,  Ketahanan SDM  kesehatan, Kegawat Daruratan Medis.

"Di  era disruptif dan masa pandemi Covid-19, salah satu permasalahan/ Issue strategis dalam bidang kesehatan adalah semakin tingginya angka kematian ibu dan bayi yang disebabkan karena Covid-19. Salah satu program yang sudah dikembangkan oleh Kementrian Kesehatan adalah Sistem Rujukan  Terintegrasi (SISRUTE) belum mampu berperan dalam mencegah kematian khususnya ibu dan bayi," terang Dr dr Sri Mulatsih, Sp.AK.MPH,  selaku Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Dr Sardjito dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi KRJogja.com, Kamis (7/10/2021).

Berdasarkan hal tersebut di atas, RSUP Dr Sardjito dalam kerangka Academic Health System (AHS) bersama dengan FKKMK dan Dinas Kesehatan melaksanakan proyek perubahan dengan tema “Penguatan Fungsi SISRUTE Maternal Neonatal di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta “.

Menurut Sri Mulatsih, dalam jangka pendek kegiatan ini meliputi pertama, Pengembangan Kesepakatan Bersama berupa Surat Keputusan Bersama antara RSUP Dr Sardjito-FKKMK UGM dan Dinas Kesehatan Propinsi DIY dalam rangka penguatan kapasitas faskes. Kedua, Audit SISRUTE khususnya Maternal Neonatal di RSUP Dr Sardjito dalam rangka untuk melihat permasalahan-permasalahan implementasi sistem rujukan. Dalam proses audit dilakukan dengan 3 cara yaitu audit sistem, audit kepada user (pelaksana), audit terkait kebijakan yang sudah berjalan dengan melakukan Forum Group Discussio (FGD) dengan perwakilan Dinas Kesehatan, rumah skait, maupun psukesmas.

Ketiga, Penguatan tim PONED dan PONEK untuk kabupaten Bantul sebagai percontohan program. Keempat, Penguatan tim PONEK RSUP Dr Sardjito. Dan kelima, Telemedicine/ Telekonferensi dengan salah satu rumah sakit afiliasi AHS (RSUD Wates). Kegiatan ini dilaksanakan pada periode 19 Juli sampai dengan 28 September 2021.

Dari hasil kegiatan tersebut, lanjut Sri Mulatsih, beberapa hal penting yang perlu ditindak lanjuti adalah perlu adanya evaluasi fungsi SISRUTE secara nasional supaya lebih friendly. Perlunya pengembangan kapasitas petugas di masing-masing rumah sakit perujuk maupun RSUP Dr Sardjito terkait indikator kinerja SISRUTE. "Selain itu kegiatan pendampingan tim PONED dan PONEK dilanjutkan untuk jangka menengah maupun jangka panjang,  serta kegiatan telekonferensi dengan rumah sakit afiliasi AHS perlu dilaksanakan secara rutin dalam rangka integrasi pendidikan dan mutu pelayanan," pungkasnya. (*)

Credits

Bagikan