Widya Wicara Bikin Program Ubah Teks Jadi Suara, Bisa Natural Seperti Manusia

user
danar 07 Oktober 2021, 07:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Widya Wicara, produk berbasis Artificial Intelligence (AI) dikenal dengan speaker dan chatbot pintar. Kali ini, brand asli Yogyakarta ini mengenalkan Text to Speech Widya Wicara, alat pengubah teks menjadi suara.

Linawati, Direktur PT Widya Informasi Nusantara mengungkap Text to Speech (TTS) Widya Wicara merupakan teknologi untuk mengubah teks menjadi suara, yang dibuat semirip mungkin dengan penutur asli secara otomatis. TTS Widya Wicara menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pengembangannya.

“Kami berharap masyarakat Indonesia menjadi lebih mudah memproduksi audio secara efektif dan efisien. Text to Speech memiliki tiga benefit utama, yakni dapat membuat rekaman audio secara mudah, hemat biaya, serta proses produksi yang singkat. Pengguna hanya perlu menuliskan naskah pada kolom TTS untuk memproduksi audio, tanpa harus meluangkan waktu khusus untuk rekaman,” ungkapnya pada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Penggunaan TTS menurut Linawati dapat memangkas biaya untuk membeli alat rekaman, menyewa studio, serta membayar Voice Over Talent. Ditambah lagi, TTS dapat mempersingkat waktu produksi karena dapat mengonversi teks 500 karakter hanya dalam waktu 2,9 detik atau 760 persen lebih cepat dari manusia.

“TTS kami mampu menghasilkan suara yang natural layaknya manusia. Keunggulan lainnya yaitu menyediakan pilihan kustomisasi berupa integrate API, custom voice, serta software TTS sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Selain itu, bisa memahami tanda baca dengan baik, sehingga suara akan membedakan jeda untuk titik dan koma secara tepat juga membaca akronim yang sudah baku seperti BMKG, BUMN, serta akronim lainnya,” tandas Linawati.

Keputusan Widya Wicara memproduksi TTS dikarenakan saat ini hampir dipastikan seluruh bidang pekerjaan membutuhkan teknologi tersebut. Bidang-bidang tersebut antara lain public space announcement, audio buku, news anchor, public transportation, media berita online, narator video, customer service, alat pembelajaran, GPS dan sistem navigasi, Smart TV, iklan, Mobile App hingga konten marketing membutuhkan teknologi ini.

“Kami ingin membantu memudahkan siapa saja yang butuh teknologi TTS. Kami sediakan kemudahan memproduksi audio yang berkualitas,” pungkas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan