Kanker Payudara Intai Perempuan Indonesia, Kampanye ‘Bungkus Pembalut’ Dilakukan

user
danar 07 Oktober 2021, 08:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kanker payudara masih menjadi ancaman bagi perempuan Indonesia. Menurut data The Global Cancer Observatory tahun 2020, kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker dengan persentase sebesar 9,6 persen.

Salah satu penyebab tingginya angka kasus kejadian dan kematian akibat kanker payudara adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pemeriksaan kanker payudara secara klinis. Menurut riset Kemenkes di tahun 2016, tingkat penetrasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI) adalah 46,3 persen dan SADANIS 4,4 persen.

Charm salah satu merk pembalut Indonesia bersama YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) meresmikan kampanye bertajuk Pink Ribbon, Rabu (6/10/2021) secara daring. Mereka berkolaborasi, sosialisasi lewat bungkus pembalut Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition serta menyumbangkan sebagian dari penjualan produk untuk mendukung YKPI.

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii mengatakan, di Indonesia kasus kanker payudara cenderung tinggi. Charm memiliki tanggung jawab untuk ikut serta meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara.

“Dengan total pengguna Charm Extra Maxi kurang lebih sebesar 28 juta pengguna di seluruh Indonesia, diharapkan pesan yang terdapat pada Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition melalui desain tentang pentingnya meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dapat tersampaikan dengan baik. Cara melakukan SADARI dijelaskan di bagian belakang kemasan dengan ilustrasi untuk mendorong konsumen dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan mudah di rumah meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sementara, Linda Agum Gumelar, Ketua dan pendiri YKPI yang turut hadir dalam acara peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon mengapresiasi kolaborasi baik yang terwujud. Dukungan donasi kepada YKPI dari sebagian penjualan Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Pink Ribbon Special Edition ini akan dimanfaatkan untuk mendukung program-program khususnya sosialisasi skrining dan deteksi dini kanker payudara.

“Kami terus aktif mengkampanyekan SADARI dengan tujuan menurunkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia merupakan kanker paling banyak ditemukan pada perempuan dengan proporsi 30,8 persen dari total kasus kanker lainnya (65.858 kasus baru). Kami sangat mengapresiasi dan berharap sinergi ini membawa hal positif untuk Indonesia,” harap dia.

Dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk, Ahli Bedah Onkologi mengatakan 70 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut. Padahal jika kanker payudara terdeteksi lebih awal, akan ada lebih banyak pilihan perawatan dan kesempatan untuk bertahan hidup.

“Peluangnya lebih besar, bisa mencapai 95 persen apabila terdeteksi pada stadium pertama. Dengan begitu secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia. Oleh karena itu melakukan SADARI penting dilakukan secara teratur setiap bulannya yakni pada hari ke 7 sampai 10 setelah hari pertama menstruasi, atau tanggal tertentu untuk yang sudah menopause,” pungkas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan