Pola Asuh Kunci Utama Dalam Pengentasan Stunting

user
danar 06 Oktober 2021, 22:40 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Membicarakan masalah pola asuh adalah sangat tepat sekali karena memang kita harus mendidik keluarga dan tidak hanya mendidik anak. "Kunci sukses dari penurunan stunting bagaimana keluarga bisa memberikan asuhan yang optimal kepada anaknya," dr ungkap Hasto Wardoyo Kepala BKKBN bersama Tanoto Foundation menggelar kegiatan webinar Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting dengan tema 'Menjadi Orangtua Hebat Melalui Perubahan Perilaku dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting', Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut Hasto mengatakan ada satu yang sangat penting untuk di koreksi bersama yaitu mindset keluarga. Tantangan kita sekarang ini adalah bagaimana masyarakat menjadi butuh dan menjadi merasa perlu bahwa sunting itu penting dan harus diatasi.

"Untuk menuju kesana memang pendidikan dan pengetahuan terkhusus bagaimana pengetahuan tentang pengasuhan dimana keluarga bisa menjalankan fungsi perlindungan ini menjadi sesuatu yang sangat sekali. Kita harus mendidik tidak hanya mendidik anak, tapi juga mendidik keluarga karena suksesnya pengentasan stunting bagaimana keluarga bisa memberikan asupan optimal kepada anaknya," kata Hasto Wardoyo.

Anak tidak punya daya untuk memilih menjadi stunting dan tidak menjadi stunting. "Maka penentunya adalah yang ada di lingkungannya dalam hal ini lingkungan yang paling dekat adalah keluarga," kata Hasto menambahkan.

Tantangan saat ini adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar bertanggung jawab mengatasi masalah stunting. "Untuk menuju ke sana memang perlu pendidikan dan pengetahuan, khususnya soal pengasuhan," kata Hasto.

Pengetahuan yang terkait dengan gizi sebetulnya menjadi bagian fungsi keluarga dalam perlindungan pada anak dan keluarga. Selama ini keluarga sering mengeluarkan belanjanya yang berlebihan tetapi tidak tepat sasaran, mereka konsumsi barang-barang yang sebetulnya tidak mencerminkan gizi seimbang.

"Sehingga tubuh anak kesannya kenyang, anak mendapatkan porsi kesannya banyak, tetapi sel-selnya kelaparan. Ini karena mindset kita dalam menyikapi menu sehari-hari juga perlu banyak mendapat pembelajaran," sambungnya.(Ati)

Credits

Bagikan