Batik Jadi Gaya Hidup yang Mendunia

user
danar 03 Oktober 2021, 09:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa batik telah menjadi bagian gaya hidup Indonesia yang mendunia dan telah diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai warisan budaya.

"Batik telah menjadi bagian dari gaya hidup Indonesia yang mendunia," kata Presiden dalam unggahan media sosial Instagram @jokowi dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, yang dikutip di Jakarta, Sabtu (2/9/2021).

Kepala Negara menyampaikan 12 tahun lalu batik diakui oleh PBB sebagai warisan dunia. Tapi jauh sebelumnya, batik telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia.

Dia menyampaikan batik dengan segala corak, simbol, dan filosofinya telah hadir dalam setiap tahap kehidupan manusia Indonesia, dari gendongan bayi, pakaian anak-anak, sampai busana orang dewasa. "Saya bangga mengenakan batik di setiap kesempatan," ujar Presiden.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, batik sebagai soft power diplomasi Indonesia yang semakin kokoh dan diakui dunia. Karena itu, kata dia, Kementerian Luar Negeri sebagai ujung tombak diplomasi Republik Indonesia harus terus berupaya menghadirkan batik sebagai identitas bangsa Indonesia dalam berbagai kesempatan di panggung dunia.

“Hari ini menandai lebih dari satu dasawarsa perjalanan diplomasi batik Indonesia yang telah diakui dunia, tidak hanya sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai warisan budaya tak benda sejak pengakuan UNESCO pada 2 Oktober 2009. Hal itu menunjukkan pengakuan dunia atas kekayaan budaya dan komitmen Indonesia dalam melindungi batik Indonesia,” ujarnya.

Retno menuturkan pada Mei 2019, untuk pertama kalinya di Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres dan hampir seluruh negara anggota Dewan Keamanan PBB mengenakan batik Indonesia. Baru-baru ini, lanjut dia, batik Papua tampil menghiasi ajang "New York Fashion Week" dan selama satu bulan pesona batik Indonesia hadir di museum All Russian Decorative Art yang terletak di pusat Kota Moskow.

“Kita semua memiliki tanggung jawab menjadi duta batik Indonesia, tentunya termasuk para diplomat RI. Pengarusutamaan batik menjadi kurikulum pendidikan dan pelatihan para diplomat juga dilakukan guna meningkatkan upaya mempromosikan batik Indonesia di luar negeri,” katanya.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Hari Batik Nasional menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga terhadap produk kebudayaan. "Penetapan Hari Batik Nasional merupakan usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif Indonesia di forum internasional, serta untuk menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap kebudayaan bangsanya," kata Sandiaga dalam sebuah webinar yang dipantau di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa batik Indonesia telah diakui lembaga kebudayaan dunia UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi. Keputusan UNESCO tersebut dilatarbelakangi bahwa batik Indonesia terkait erat dengan banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan, lokal, alam, dan sejarah.

Batik merupakan hasil kerajinan dengan nilai seni tinggi yang menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama, yaitu sekitar abad keempat terutama di Pulau Jawa. Setiap corak atau motif batik mengandung filosofi dan makna yang erat dengan nilai-nilai kehidupan.

Sandiaga mengungkapkan pihaknya terus memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif terutama di bidang fesyen untuk terus berkarya dan membuka lapangan kerja lebih luas.

Dia berharap Hari Batik Nasional bisa menjadi peluang menciptakan usaha baru untuk mendorong perekonomian masyarakat, sekaligus upaya melestarikan budaya Indonesia melalui batik yang menjadi warisan budaya tak benda dan sudah diakui UNESCO.

Saat ini, sentra industri kreatif batik tak hanya mendatangkan potensi untuk subsektor fesyen, tetapi banyak potensi lain muncul dengan menjadikan pusat-pusat kerajinan batik sebagai destinasi wisata budaya dan fesyen tradisional.

Di Pulau Jawa setidaknya terdapat 10 sentra batik, yaitu Sentra Batik Trusmi di Cirebon, Sentra Batik Palbatu di Jakarta, Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Kampung Batik Semarang, Kampung Batik Giriloyo di Yogyakarta, Kampung Batik Laweyan di Solo, Kampung Batik Girli Kliwonan di Sragen, Sentra Batik Lasem di Rembang, Kampung Batik Jetis di Sidoarjo, dan Kampung Batik Putat Jaya di Surabaya.

Melansir data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor batik Indonesia ke pasar luar negeri tercatat mencapai 532,66 juta dolar AS pada 2020. Sedangkan pada triwulan I 2021 nilai ekspor batik sebesar 157,84 juta dolar AS. (Ant)

Credits

Bagikan