Pandemi Covid-19 Lama, Jaga Kesehatan Mental

user
danar 21 Juli 2021, 03:10 WIB
untitled

KESEHATAN mental di tengah pandemi COVID-19 seolah sedang tak stabil lantaran kondisi dan situasi yang tak menentu. Minimnya kegiatan sosial dan tatap muka, sontak membawa perubahan pada mental banyak orang sehingga membuat berbagai emosi negatif berkecamuk.

Dipaparkan Psikolog Isdar Andre Marwan, S.Psi, dalam program acara Hidup Sehat tvOne, berbagai riset yang dilakukan di tengah pandemi membuktikan berbagai emosi negatif muncul dan dirasakan banyak orang. Dua emosi yang paling sering dirasakan adalah kecemasan dan depresi.

"Menurut riset, di luar dan Indonesia, menyebut bahwa emosi yang muncul bukan takut berlebih tapi kecemasan dan depresi. Ini faktor yang banyak muncul," papar Isdar.

Menurut Isdar, hal paling pertama yang harus dilakukan adalah dengan memahami dan mengenali perasaan yang ada dalam diri. Dengan begitu, tubuh akan lebih mudah mencerna langkah selanjutnya yang perlu dilakukan.

"Yang harus dilakukan adalah kenali. Jangan ditolak perasaannya, itu justru dikenali," paparnya.

Lebih dalam, langkah yang dapat dilakukan setelah mengenali perasaan tersebut adalah dengan berbincang mengenai perasaan tersebut kepada teman dan kerabat terdekat.(*)

Kredit

Bagikan