Tahapan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

user
danar 16 Juli 2020, 09:30 WIB
untitled

BANYAK yang beranggapan bahwa apabila pengguna narkotika sudah direhabilitasi berarti sudah sembuh, padahal tidak dapat dikatakan seperti itu. "Dalam hal rehabilitasi pengguna narkotika, istilah yang digunakan adalah 'pulih'," kata Yohana Maria Viane, Asiten Konselor BNN Kota Yogyakarta, Rabu (15/7/2020).

Dijelaskannya, pengguna yang sudah memakai narkotika tidak dapat kembali seperti semula karena sistem saraf pusatnya sudah terganggu akibat dari penggunaan narkotika tersebut. Adanya indikator 'pulih' tersebut juga akan sulit tercapai tanpa ada niat/ keinginan/ tekad yang bulat dari klien sendiri.

Dalam layanan rehabilitasi, kata Yohana, petugas pelaksana rehabilitasi (atau yang biasa disebut konselor, assesor, atau pendamping) hanya bertugas memfasilitasi, membantu dan mendampingi klien dalam perkembangan/ perubahan perilakunya terhadap penggunaan narkotika. "Jadi dapat dikatakan pulih atau tidaknya seorang pengguna adalah tanggungjawab si pengguna itu sendiri," tandasnya.

Pada saat berjalannya layanan, tambahnya, rehabilitasi ada proses tahapan perubahan perilaku yang dialami klien yaitu mulai dari pra-kontemplasi, kontemplasi, preparasi, aksi, maintenace/ pemeliharaan, hingga bisa kembali relaps lagi.

1. Pra-kontemplasi, pengguna cenderung masih denial atau menyangkal terkait penggunaan narkotika/zat lainnya.

2. Kontemplasi, pengguna mulai memikirkan keuntungan dan kerugian akibat dari penggunaan narkotika/ zat lainnya. Pada tahap ini pengguna diajak untuk membangun kesenjangan dalam dirinya terkait positif negatif atau pro dan kontra apabila tetap menggunakan anrkotika/ zat lainnya.

3. Preparasi,pengguna sudah ada keinginan untuk merubah kebiasaannya (menggunakan narkotika), biasanya dibantu dengan instrumen penggariskesiapan oleh konselor.

4. Aksi, pengguna mulai melaksanakan rutinitas barunya, biasanya diawali dengan bantuan jadwal harian.

5. Maintenance/ Pemeliharaan, pengguna mempertahankan untuk tidak menggunakan narkoba lagi, mempertahankan dengan rutinitas/ hal-hal baru/ kegiatan yang positif lainnya.

6. Relaps,pengguna kambuh, pengguna kembali menggunakan narkotika lagi, biasanya dipengaruhi oleh triggers (faktor-faktor pemicu) sehingga klien otomatis akan kembali ke fase awal lagi setelah keadaan ini. (Mus)

Kredit

Bagikan