Konseling Daring Solusi Stres dan Galau di Masa Pandemi

user
tomi 13 Juli 2020, 17:36 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com- Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi semua profesi dan kegiatan sehari-hari tiap individu. Mereka yang terdampak dan mencoba menyesuaikan diri akan mengalami efek beraneka ragam. Dampak negatif yang bisa muncul dalam proses penyesuaian diri, seperti menurunnya pendapatan ekonomi, takut, cemas, khawatir dan lain sebagainya. Termasuk profesi psikolog dan konselor pun berubah cara kerjanya dengan memaksimalkan online sebagai media konseling. Web kamera, audio, chat medsos, zoom menjelma menjadi ruang praktik baru bagi konselor.

Karena itulah Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten coba mengcover kebutuhan masyarakat Jawa Tengah dan DIY dengan membuat konseling daring untuk dewasa dan anak-anak (curhat remaja klaten). Konseling daring ini mulai ujicoba April-Juni dan akan terus dievaluasi untuk keberlanjutannya hingga Desember 2020. Dalam hal ini lembaga perlindungan anak didukung Pemerintah Kabupaten Klaten khususnya DINSOSP3AKB dan UNICEF serta Universitas Widya Dharma Klaten yang memiliki banyak dosen dan mahasiswa dari fakultas Psikologi juga UIN Sunan Kalijaga yang memiliki profesional konselor.

Ketua LPA Klaten Ahmad Syakur dan Koordinator Konseling daring Jawa tengah dan DIY menyampaikan bahwa konseling daring merupakan program yang muncul sebagai solusi dan respon terhadap pandemi Covid-19. Berawal dari laporan masyarakat dan anak-anak kepada LPA Klaten tentang berbagai macam keluh kesah di masa pandemi. "Maka muncullah ide untuk menampung segala permasalah psikologis anak dan dewasa di wilayah Jawa tengah dan DI Yogyakarta melalui konseling daring," katanya.

Syakur juga menambahkan, perubahan besar dan keluh kesah itu disebabkan banyak hal seperti sekolah di rumah sehingga tercipta pembelajaran jarak jauh (remote learning), kerja di rumah (work from home), Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang kesemuanya butuh adaptasi dan tidak bisa lepas dari internet. Sehingga perlu layanan konseling daring yang dibutuhkan masyarakat untuk antisipasi tingkat stres, cemas, takut yang berlebihan dan kejenuhan yang memuncak.

Data pengumpulan perhitungan konseling daring untuk dewasa LPA Klaten dan jejaring pada bulan April-Juni 2020 menunjukkan klien sejumlah 51 orang dengan perempuan 38 orang dan laki-laki 13 orang. Klien terdiri dari berbagai profesi, seperti guru, tenaga medis, aparat desa, mahasiswa, pekerja dengan berbagai macam persoalan seperti dampak ekonomi akibat PHK juga pemotongan gaji, pembelajaran daring, kasus penelantaran, kekerasan, kecemasan, kekhawatiran yang berlebih pada pandemi dan masa depan termasuk kebutuhan APD (Alat Pelindung Diri) yang belum terpenuhi.

Sedangkan untuk konseling daring usia anak curhat remaja Klaten keseluruhannya adalah pelajar dengan total 11 anak yang menjadi klien. Terbagi dalam enam perempuan dan lima laki-laki dengan dominasi keluhan pada proses pembelajaran di rumah.

Walaupun konseling daring ini dibatasi hanya wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, tetapi dari data klien yang masuk ditemukan laporan klien dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Klaten, Yogyakarta, Semarang, Sragen, Ungaran, Purbalingga, Bone Sulawesi, Sukoharjo, Blitar dan Jakarta.

Semua klien yang masuk didampingi konselor dan psikolog profesional dari berbagai lembaga jejaring mitra LPA Klaten. Antara lain Dr Nurjannah MSi, Dr Casmini MSi dan Zaen Musyrifin SSosI MPdI, Konselor UIN Sunan Kalijaga Mochammad Sinung Restendy MPdI MSos dan Idan Ramdani SSosI MA (Ex Sakti Peksos Kemensos RI), Dewonggo Mursito SPsi (Konselor P2TP2A), Legawati (Peksos LPA Klaten), Grafitri (Aktivis Fakultas Psikologi UNWIDHA) dan Lia Pebriani Wulandari (Konselor PLKSAI klaten) serta untuk konselor remaja dari LPA klaten ada Wancik Ridwan Barari dan Karina Faiz Hanifah.

Proses mengakses layanan konseling daring LPA Klaten di masa respon Covid-19 cukup mudah. Informasi yang disebarkan melalui grup whatsapp dan instagram dilengkapi nomor telepon masing-masing konselor. Sehingga klien bebas memilih konselor yang akan dihubungi dari hari Senin-Minggu mulai pukul 09.00-16.00 WIB.

LPA klaten menyiapkan sistem rujukan sehingga klien yang butuh pendampingan lebih lanjut akan ditindaklanjuti dengan penjangkauan langsung maupun rujukan ke lembaga lain. UNICEF merespon layanan yang dilakukan LPA Klaten dengan mendukung menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan konseling daring sehingga untuk selanjutnya proses konseling daring lebih jelas dan sistematis.

Selain itu UNICEF juga mendukung penguatan kapasitas tim konselor. Rencana program ini akan berlanjut hingga Desember tahun 2020 dengan terus dilakukan evaluasi bersama. (Feb)

Credits

Bagikan