Spirit Pendidikan Dalam Alquran

user
tomi 15 Mei 2020, 10:21 WIB
untitled

ALQURAN yang diturunkan kepada Muhammad ketika berusia 40 tahun menandai kenabian dan kerasulannya memiliki banyak spirit. Salah satunya spirit pendidikan. Spirit ini menginspirasi umat Islam untuk meraih hidup sukses dan bahagia di dunia dan dilanjutkan di akhirat.

Spirit pendidikan itu menginspirasi umat Islam untuk terus optimis dan maju seiring dengan perubahan zaman. Karenanya, apapun zaman ini berubah selama kita berpegang pada Alquran dan menjaga spirit pendidikan yang terpancar darinya, kita akan mampu menghadapi perubahan zaman itu dengan baik dan produktif. Wahyu pertama yang diturunkan ke Muhammad sebanyak 5 ayat ( QS Al ‘Alaq ayat 1 sd 5) membawa misi perintah untuk membaca, yaitu ‘Iqra’ (bacalah) denqan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. ‘Iqra’ (bacalah), dan Tuhanmu lah yang Paling Pemurah, yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Wahyu ini menekankan betapa pentingnya belajar, baik melalui aktivitas membaca maupun meneliti, sehingga bisa melakukan ibadah secara benar dan ikhlas dan menunaikan amanah kekhalifahan di atas bumi secara bertanggung jawab. Selain itu, firman Allah Swt yang tertuang pada QS Al Mujadalah : 11, yang artinya “... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat...”. Bahwa perintah belajar dan menuntut ilmu tidak hanya untuk memenuhi fitrahnya,

melainkan menuntut ilmu dengan benar dan sungguh, sehingga dapat memetik keahlian dan atau kecakapan profesional, sehingga derajatnya meningkat, sebagaimana janji Allah Swt sejajar dengan orang-orang beriman.

Jika ada yang sudah menyelesaikan studi pada jenjang tertentu dan belum naik derajatnya, maka perlu introspeksi tentang kesungguhan studinya dan kemauan kerasnya untuk mengabdikan ilmunya. Selanjutnya kita menyadari bahwa keragaman latar belakang sosial ekonomi insan di atas bumi di hadapan Allah Swt itu sama. Hanya insan bertakwalah yang dipandang paling mulia di sisi Nya. Sebagaimana firman-Nya yang ada di QS. Al-Hujurat : 13, yang artinya “...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian...”. Begitu mulianya maqam orang bertakwa, sehingga hal ini menginspirasi orientasi sistem pendidikan yang seharusnya dibangun. Bahwa pendidikan yang benar pada akhirnya adalah membentuk insan bertakwa.

Dengan demikian harus diciptakan strategi internalisasi nilai-nilai ketakwaan, baik dalam isimaupun proses pendidikan. Demikian juga bahwa tegaknya dan keteladanan Rasulullah Saw dalam mengemban amanah, diwujudkan dengan akhlak yang agung. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS Al Qalam:4, yaitu “Wa innaka la’alaa khuluqin ‘adziim, yang artinya: “Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung”. Akhlaq yang agung Rasulullah saw telah terbukti diakui para ilmuwan. Muhammad ditempatkan sebagai seorang yang paling berpengaruh. Dengan menduduki ranking pertama di antara 100 orang di dunia dalam membangun peradaban sepanjang sejarah kemanusiaan.

Hal ini membuktikan betapa pentingnya pendidikan Akhlaq untuk membangun martabat manusia. Demikian juga kita meyakini bahwa Alquran ini menjadi pedoman hidup bagi manusia ilaa yaumil qiyaamah. Untuk tetap kredibel, Alquran harus terus dijaga keontentikannya. Tidak tanggung-tanggung, Allah Swt yang menjaganya sendiri. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS Al Hijr:9). Ayat ini memberikan penguatan, bahwa kita menghadapi tantangan ini dengan adanya RI 4.0 dan Society 5.0 serta Era Disrupsi tidak perlu khawatir dan takut.

Kita umat Islam meyakini bahwa Alquran tetap memiliki relevansi yang tinggi terhadap tantangan dari zaman ke zaman. Untuk bisa terus membuktikan relevansi Alquran, maka sistem pendidikan perlu terus direformasi secara periodik dengan melakukan kajian kritis terhadap kandungan Alquran sebagai pedoman hidup yang utama. Dengan harapan, semoga tokoh dari satu generasi ke generasi mampu menemukan rujukan-rujukan penting untuk menjawab persoalan hidup di setiap zamannya. Karena itu kita tetap optimis dan selalu siap menghilangkan sikap pesimis yang kadang mengganggu kita.

Akhirnya kita sungguh menyadari bahwa Alquran memiliki misi yang kuat tentang pendidikan. Karena pendidikan hakekatnya merupakan instrumen terbaik untuk memanusiakan manusia, yang in line dengan Alquran yang

memanusiakan manusia untuk tetap menjadi makhluk yang bermartabat. Untuk menjaga harkat pendidikan yang berbasis Alquran, isi dan proses pendidikan seharusnya menginternalisasikan nilai-nilai imtak dan iptek secara integratif dan komprehensif. (*)

Prof Dr H Rochmat Wahab MPd MA,

Dosen FIP UNY/Ketua Bidang Pembinaan Keumatan Pengurus Pusat ICMI

Kredit

Bagikan