Ibadah dalam Ancaman Pandemi Covid-19

user
danar 26 April 2020, 10:10 WIB
untitled

KINI, kita sudah mulai melaksanakan ibadah pada Ramadan 1441 H. Ibadah puasa Ramadan yang biasanya kita sambut dengan suka cita dengan persiapan yang hingar bingar, terpaksa kita laksanakan dalam suasana keterbatasan karena ancaman penyebaran pandemi Covid-19, yang harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, bahkan di beberapa kota dikenakan isolasi lokal atau PSBB.

Akibat Covid-19, banyak kegiatan ritual keagamaan harus mengikuti protokol atau aturan pencegahan penyebaran virus Korona, bahkan ibadah yang sifatnya berjamaah yang diselenggarakan di masjid-masjid dilarang diselenggarakan, seperti salat berjamaah, ibadah Jumat, pengajian akbar, dan sebagainya. Kegiatan perkantoran pun dilaksanakan secara mandiri dari rumah, demikian juga dunia industri harus menghentikan aktivitas produksinya. Keadaan demikian sangat mencekam. Bagaimana dengan ibadah puasa Ramadan dan ibadah sunah tetap dapat kita laksanakan?

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi seorang Mukmin yang mukallaf. Dalam Alquran dan hadits terdapat dalil yang lengkap mengenai tuntunan berpuasa di bulan suci Ramadan, yang merupakan bagian dari Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 disebutkan, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". Ayat ini merupakan perintah Allah kepada umat Islam agar menjalankan puasa di bulan Ramadan. Puasa Ramadan merupakan rukun Islam dan wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Barang siapa yang meninggalkannya ia tidak memenuhi syarat rukun Islam. Dengan demikian, dalam ancaman apa pun, termasuk pandemi Covid-19, kita sebagai umat Islam harus tetap melaksanakannya, terkecuali bagi yang sedang sakit dan diharuskan mengqodho’ puasanya atau mengganti di hari lain setelah sembuh, “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al Baqarah: 185).

Dalam bulan Ramadan, di samping harus melaksanakan puasa yang merupakan ibadah wajib, kita disunahkan melaksanakan berbagai ibadah sunnah yang bersifat individual dan berjamaah atau berkelompok. Tentu, dalam suasana pandemi Covid-19, di mana diberlakukan Social Distancing (kegiatan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak di antara satu dengan lainnya, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang), kita harus mengubah amalan berjamaah menjadi amalan individual agar kita dapat menghambat dan menghentikan penyebaran Covid-19. Amalan yang dilaksanakan secara berkelompok, seperti salat wajib berjamaah, salat Tarawih berjamaah, buka bersama, pengajian menjelang buka bersama dan menjelang salat berjamaah, kajian-kajian yang sifatnya kelompok, harus kita ubah menjadi kegiatan yang sifatnya individual atau berkelompok terbatas dalam keluarga dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Ibadah yang sifatnya ritual seperti salat, dzikir, berdoa dan lainnya tidak akan mengurangi nilainya dari sebelum ataupun dalam dan sesudah pandemi Covid-19. Tetapi yang sifatnya sosial (kesalehan sosial), jangan sampai terkikis setelah adanya pandemi ini, terutama yang berdampak pada masyarakat yang membutuhkan. Kesalehan sosial yang ditunjukkan dalam perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai Islami yang bersifat sosial, bersikap santun pada orang lain, suka menolong, sangat concern terhadap masalah-masalah umat, memperhatikan dan menghargai hak sesama; mampu berempati, dan seterusnya jangan sampai terkikis oleh Social Distancing.Kita harus dapat mengubah dalam hal strategi dari berkerumun menjadi yang sifatnya individu secara langsung, misalnya untuk membantu masyarakat kurang mampu, kita bisa secara langsung jemput bola kepada masyarakat yang mebutuhkan, pengajian berkelompok, kita ubah menjadi pengajian secara on line (dalam jaringan), dan sebagainya. Semoga pandemi Covid-19 memberi nilai lebih dalam ibadah di bulan Ramadan tahun 1441 H ini. Aamiin. (*)

Kredit

Bagikan