Afghanistan Segera Blokir WhatsApp

user
ivan 05 November 2017, 00:58 WIB
untitled

AFGHANISTAN, KRJOGJA.com - Penyelenggara telekomunikasi Afghanistan menulis pernyataan kepada penyedia layanan internet yang isinya memerintahkan untuk memblokir layanan pesan WhatsApp dan Telegram. Namun hingga kini belum jelas apakah perintah tersebut telah dituruti.

Pengguna media sosial dan layanan pesan instan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir di Afghanistan. Namun ada pihak yang khawatir kelompok ekstremis seperti Taliban memanfaatkan kondisi itu. Kabarnya, menurut sumber yang tidak teridentifikasi, permintaan memblokir Whatsapp dan Telegram datang dari Direktorat Keamanan Nasional.

Mereka disebut-sebut ingin menggagalkan adanya pesan terenkripsi dari Taliban atau kelompok ekstremis lain. Namun, permintaan itu membuat marah pengguna media sosial dan kelompok hal sipil. Apalagi surat penyedia jasa telekomunikasi tersebar di media sosial.

Surat itu berasal dari regulator telekomunikasi ATRA, tertanggal 1 November, dan ditandatangani oleh pihak berwenang. Isinya memerintahkan untuk perusahaan internet untuk segera memblokir Telegram, Facebook dan WhatsApp sampai 20 hari ke depan.

Pelaksana tugas Menteri Telekomunikasi, Shahzad Aryobee dalam unggahannya di Facebook miliknya mengatakan, regulator telekomunikasi telah diperintahkan untuk menghentikan layanan secara bertahap untuk memperbaiki fungsi setelah ada keluhan yang disampaikan. (*)

Kredit

Bagikan