Cinka : Memburu Destinasi Butuh Promosi

user
tomi 08 Mei 2019, 19:44 WIB
untitled

BERBURU obyek wisata anyar di Karanganyar merupakan tujuan didirikannya komunitas Cinta Karanganyar atau Cinka. Berbekal kekuatan di media sosial, para relawan mengunggah sisi menarik obyek-obyek tersebut dalam bentuk gambar maupun rekaman video, ke akun-akun sosmed.

“Awalnya buka-buka laman situs Kabupaten Karanganyar. Di sana terdapat sekitar 30-an obyek wisata yang belum pernah saya lihat. Alangkah baiknya sebagai warga Karanganyar, ikut mengenalkannya,” kata Penasihat 1 Cinka, Wagimin Pujo Wardoyo kepada KR

, Selasa (7/5).

Didirikan pada 21 Maret 2013, Cinka kini memiliki sekitar 6 ribu anggota di facebook

. Berbagai obyek wisata anyar di Karanganyar ramai diulas di percakapan grub tersebut. Misalnya Wana Wisata Mbang Sore di Jatiyoso, Waterboom Tirta Guwo Indah di Desa Sumberejo Kerjo, Air Terjun Ringin Jenggot di Anggrasmanis Jenawi dan masih banyak lagi. Tak terkecuali Waterpark dan Resto Sumber Mulyo di Jatirejo Ngargoyoso. Obyek ini menambah daya tarik wisata di area Waduk Gondang.

“Ada kalanya kita memoles lagi obyek wisata yang sudah ada dengan event. Seperti di Sapta Tirta Pablengan melalui Pasar Jadoel. Kerjasama dengan Dinas Pariwisata setempat. Obyek ini sudah lama ada, namun sepi. Pasar Jadoel mengangkat kembali nuansa tempo dulu aktivitas masyarakat. Bertransaksi dengan uang kepeng. Setelah kegiatannya diunggah di medsos, banyak yang tertarik mengunjungi,” katanya.

Unggahan digital ke saluran media sosial kerap menyertakan identitas komunitas ini. Harapannya, makin banyak dukungan warga netizen dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Karanganyar. Namun, bukan sembarang konten dapat diunggah ke saluran tersebut. Cinka memiliki admin yang menyeleksi kualitas konten serta penjelasan singkat mengenai obyek tersebut. Komunitas ini juga sering mengadakan agenda ‘kopi darat’ dua kali sebulan dan berburu obyek per tiga pekan.

“Biasnaya konvoi sepeda motor. Rame-rame bareng keluarga dan teman,” katanya.

Seorang anggota Cinka, Marfuah Dwiyanti mengatakan tertarik bergabung menjadi anggota akktif Cinka karena merasa kecintaan dengan kampung halamannya.

“Kebetulan senang berorganisasi dan menjelajah. Banyak potensi yang belum tergali di Karanganyar. Di sinilah kami berperan,” katanya.

Bersama sekitar 40 anggota aktif Cinka, mereka juga bersinergi dengan pemerintah setempat untuk mempromosikan event. Meski berlatar belakang sukarelawan, namun tetap butuh dana penyelenggaraan kegiatan. Sehingga, Cinka menjual suvenir dan kaus komunitasnya.

“Kami dari latar belakang berlainan. Pedagang, buruh, pegawai dan sebagainya. Ikut aktif juga di kegiatan sosial saat diundang komunitas lain untuk membantu sesama,” katanya. (Abdul Alim)

Kredit

Bagikan