Merebak di 8 Daerah, Pemerintah Obati Massal Penyakit Kaki Gajah

user
tomi 29 September 2019, 16:27 WIB
untitled


JAKARTA, KRJOGJA.com - Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah infeksi yang bersifat menahun disebabkan cacing filaria dan ditularkan nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat menetap dibeberapa organ tubuh.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan beberapa organ tubuh yang terjadi antara lain kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara, dan kelamin wanita.

“Awalnya mengalami demam naik turun kemudian disertai radang pada saluran dan kelenjar limfe, infeksi berulang, radang krosnis, bengkak, elefantiasis,” kata Nadia saat media briefing di Kemenkes Jakarta.


Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan eliminasi kaki gakah dengan dua pilar yaitu Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis kepada semua penduduk di Kabupaten/Kota (Kab/Kota) endemis filariasis.

Indonesia hingga saat ini dari 236 Kab/Kota, tersebar di 28 Kab/Kota daerah endemis dan terdapat delapan Provinsi non endemis, DKi Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara. Sebanyak 118 Kab/Kota telah menyelesaikan POPM Filariasis dan memasuki tahap surveilans pasca POPM. Sebanyak 131 Kab/Kota masih POPM, 38 Kab/Kota dinyatakan eliminasi filariasis.

Nadia mengatakan target setiap tahunnya dilakukan 65 persen di setiap daerah endemis filariasis dengan usia 2-70 tahun. Kenyataannya di lapangan pada 2018 lalu rata-rata sebesar 75 persen. “Target tahun 2019 ini diharapkan bisa di atas 75 persen,” kata Nadia.

Dalam rangka upaya percepatan elimininasi filariasis di Indonesia, maka dicanangkan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) dan tahun 2019 merupakan tahun ke lima. Bulan Oktober ditetapkan untuk minum obat pencegahan penyakit kaki gajah secara serentak di seluruh daerah endemis filariasis di Indonesia.

Puncak dilaksanakan Belkaga di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur pada 4 Oktober 2019, yang akan dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek. (ati)

Kredit

Bagikan