RI Masuk 10 Besar 'Neonatal' Tertinggi di Dunia

user
tomi 24 Mei 2018, 09:36 WIB
untitled


JAKARTA, KRJOGJA.com - Indonesia berada dalam sepuluh negara dengan angka kematian setelah persalinan (neonatal) tertinggi di dunia. Karena itu pemerintah terus berupaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) .

"Ini sebenarnya  masih jauh dari harapan. Karena dalam sepuluh tahun terakhir, setiap hari, dua ibu dan delapan bayi baru lahir, meninggal," kata 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Untung Suseno Sutarjo di Jakarta Rabu (23/5 2018) Kick off Co-creation dan Kemitraan untuk Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (Neonatal).

Dia menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian itu.

Salah satunya kepercayaan masyarakat untuk melahirkan di rumah atau di hutan bahkan Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan jasa pelayanan kesehatan, menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, usia kehamilan muda, penyakit, akses infrastruktur yang belum memadai, kemampuan tenaga medis yang masih terhambat ego sektoral, dan belum terhubunganya berbagai fasilitas kesehatan di berbagai daerah menjadi faktor-faktor lainnya.

Padahal, kata Untung Suseno penurunan AKI dan AKB sudah menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembanguna Jangka Menengah Nasional 2015-2019 serta target Sustainable Development Goals capaian 2030. Salah satu upaya yang digunakan pendekatan baru melalui kerja sama dengan berbagai sektor termasuk masyarakat dan sektor swasta.

"Sudah banyak intervensi yang dilakukan pemerimtah mulai di tingkat masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat primer dan rumah sakit, memperkuat jejaring rujukan, meningkatkan akses dan pembiayaan jaminan kesehatan," imbuhnya.

Sementara Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Eni Agustina mengatakan, beberapa pemerintahan daerah sudah fokus untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Daerah tersebut di antaranya Yogjakarta, Bali, Kulonprogo, Tangerang, Karawang, Bantaeng, Aceh dan Gorontalo.

Dia berharap dengan diterapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemerintah pusat dapat memasukan pelayanan persalinan menjadi indikator pemerintah daerah yang baik. "Kami berharap sekali Kementerian Dalam Negeri menjadikan ini standar komitmen pemerintah daerah. Rencananya 2019 ini akan menjadi indikator standar komitme daerah," tandasnya. (Ati)

Kredit

Bagikan