Ilmuwan Temukan Kehidupan Setelah Mati

user
tomi 27 Juni 2016, 10:43 WIB
untitled

CALIFORNIA (KRjogja.com) – Seorang ilmuwan membuat terobosan untuk mengungkap life after death atau kehidupan setelah kematian dengan penemuan gen yang muncul untuk menghidupkan kembali binatang yang sudah mati.

Penelitian baru menunjukkan bahwa gen tertentu muncul kembali ke kehidupan setelah kematian. Para ahli telah menganalisis mereka (gen) dan berharap untuk menggunakan mereka agar akurat menyatakan waktu kematian serta penyebabnya.

Sepanjang hidup, DNA manusia dipantau oleh senyawa yang disebut mRNA, yang sejatinya menerjemahkan informasi genetik, bagaimana protein dikodekan. Tingkat mRNA dianggap benar-benar akan menurun setelah kematian, namun dengan analisis kadar senyawa dalam otak dan hati tikus serta zebrafish setelah kematian mereka, para ilmuwan menemukan bahwa ada lonjakan kadar mRNA di gen tertentu.

Dari 36.811 gen zebrafish, mereka melihat ada 548 gen bisa kembali hidup. Sedangkan dari 37.368 gen tikus, 515 bisa kembali. Namun menurut penelitian yang diterbitkan dalam BioRxiv, semua kembali pada waktu yang berbeda. Dengan menganalisis tingkat mRNA, para ilmuwan kemudian mampu bekerja terbalik dan akurat menyatakan kapan hewan telah meninggal, sebagaimana dilansir Express, Senin (27/6/2016).

Para penulis menulis penelitian, "Kami awalnya berpikir, kematian mendadak dari vertebrata akan dianalogikan mengemudi mobil di jalan raya dan kehabisan gas. Untuk waktu singkat, mesin piston akan bergerak ke atas dan ke bawah serta busi akan memicu, tapi akhirnya mobil akan terhenti dan mati. Namun dalam penelitian ino, kami menemukan ratusan gen postmortem diregulasi berjam-jam dengan beberapa hari diregulasi setelah kematian organisme."

Lebih lanjut mereka menulis, temuan ini mengejutkan karena dalam analogi mobil yang digambarkan mereka, salah satu tidak akan jendela wiper tiba-tiba hidup dan klakson berbunyi setelah beberapa hari kehabisan gas. Karena gen postmortem regulasinya ditingkatkan baik di ikan dan tikus dalam penelitian mereka, wajar untuk menunjukkan, eukariota multiseluler lainnya (bentuk kehidupan) akan menampilkan fenemona yang sama. (*)

Kredit

Bagikan