GKR Hemas: Tekstil Tradisional Jantung Budaya Asia Tenggara

user
tomi 05 November 2019, 14:20 WIB
untitled

YOGYAKARTA menjadi tuan rumah perhelatan dwi tahunan bagi pemerhati Wastra se Asia Tenggara dengan tajuk 7th Asean Traditional Textile Symposium 2019 mulai hari ini sampai Jumat (5-8/2019).  Mengangkat tema 'Embracing change, honoring tradition', event ini yang dihadiri oleh 8 Negara ASEAN dan berbagai negara mitra antara lain : United States Of America ; Australia ; India ; Canada ; Korea ; Rusia ; New Zealand ; China & Uni Eropa.

Executive Committee 7th ASEAN Traditional Textile Symposium  Gusti Kanjeng Ratu Hemas menuturkan tekstil tradisional menjadi jantung dari budaya Asia Tenggara. Sebabnya, tekstil adalah perwujudan fisik dari kepercayaan, tradisi, estetika dan kemampuan artistik setiap masyarakat.

"Kami percaya bahwa perubahan adalah bagian dari tradisi yang berkelanjutan di semua masyarakat. Dalam mengeksplorasi perubahan-perubahan ini, kami berharap bahwa melalui simposium ini kami dapat mengakui juga bahwa inovasi adalah komponen penting dari tekstil Asia Tenggara dan merupakan bagian integral dari keberlangsungan tradisi," ungkap GKR Hemas.

Karena itu, kata GKR Hemas hal ini menjadi pertimbangan utama untuk merangkul perubahan fisik tekstil sebagai hasil dari transformasi, untuk memahami penampilan tekstil Asia Tenggara kontemporer, sambil berpegang pada tradisi kita masing-masing.

"Saya berharap Simposium Tekstil Tradisional ASEAN ke-7 berjalan lancar, untuk Anda semua, pengalaman yang bermanfaat, dan bagi para tamu asing, semoga menyenangkan dating di Yogyakarta, Kota Budaya ASEAN," pungkasnya.

7th Asean Traditional Textile Symposium 2019 memiliki tiga event utama yaitu : Symposium ; Call For Paper & 2 Day Study Tour. Selain kegiatan utama tersebut, gelaran event ini juga memiliki beberapa event pendukung antara lain : Wastra Expo ; Photography Competition ; Wastra Craft Competition yang terbagi dalam 4 kategori : Kategori Tas - Dompet ; Aksesoris ; Selendang & Sarung.

Untuk event Symposium, menampilkan 23 pembicara yang merupakan pemerhati Wastra (Kain Tradisional) yang berasal dari 16 Negara diantaranya United Kingdom ; United States Of America ; Australia ; Japan ; Korea ; China ; Spain  dan Philipine. (*)

Kredit

Bagikan