Pentingnya Melihat Kondisi Kesehatan Jiwa di Kota Besar

user
danar 20 Juli 2022, 20:21 WIB
untitled

DI saat kondisi dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, sangat memengaruhi kesehatan jiwa. Gangguan kesehatan jiwa memang tidak terlihat seperti halnya penyakit pada umumnya, namun sangat memengaruhi kualitas hidup.

Apalagi mereka yang tinggal di di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di dunia, gangguan kesehatan jiwa sangat berpengaruh pada kualitas hidup termasuk dalam hubungan antaranggota keluarga, hubungan sosial, maupun pekerjaan.

Jakarta dengan problema penduduk yang padat, multi etnis, keberagaman, persaingan hidup, akulturasi, risiko bunuh diri pada remaja, narkoba dan lainnya sangat menentukan bagaimana kesehatan jiwa individu yang tinggal di kota besar.

Ditambah lagi adanya pandemi, masyarakat mulai dibatasi ruang gerak, terkurung di dalam rumah, anak-anak belajar secara daring membuat psikologis mereka terganggu.

Untuk itu Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta (PDSKJI Jaya) akan menggelar Virtual Event Pertemuan Ilmiah dengan tema Urban Mental Health Update.

"Tema ini adalah upaya dalam menghadapi tantangan berbagai kompleksitas masalah yang multidimensional di DKI Jakarta. Dengan problem kepadatan penduduk, multietnisitas, diversity, akulturasi, modernitas, persaingan hidup, individualisme, budaya instan, pemanfaatan media sosial secara negatif, risiko bunuh diri remaja, dan lain-lain," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta, Dr dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ dalam keterangan tertulis, Rabu (20/7/2022).

Acara pertemuan ilmiah ini digelar 23-31 Juli 2022 dengan menghadirkan 34 psikiater baik dari Jakarta maupun dari Thailand, Korea, Jepang, Singapura dan Malaysia.

Adanya perkembangan dinamika di masyarakat, menurut Nova Riyanti Yusuf yang akrab disapa Noriyu, psikiater yang bertugas di DKI Jakarta harus mengikuti perkembangan kekinian dari masalah kejiwaan sekaligus lifestyle DKI Jakarta.

"Virtual Event Pertemuan Ilmiah PDSKJI Jaya ini semoga bisa memberikan jawaban ilmiah atas berbagai kompleksitas tersebut," lanjutnya.

Selain simposium, juga digelar workshop, lomba Tiktok, dan lomba ePoster. Adapun workshop yang diadakan di antaranya pelatihan deteksi dini faktor risiko ide bunuh diri remaja, modul pelatihan life-skill training untuk remaja sehingga remaja mampu coping seperti bullying, peer pressure, berbagai stresor psikososial, self-care dan well-being.

Workshop lainnya adalah kecakapan mental untuk bekerja. Hal ini cocok sekali menyambut 2023 yang rencananya tahun pemeriksaan kesehatan caleg-caleg yang akan maju di Pemilu 2024 secara nasional.(Ati)

Credits

Bagikan