Sering Konsumsi Minuman Manis, Balita RI Terancam ObesitaS

user
Tomi Sujatmiko 18 September 2022, 08:16 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Dokter spesialis anak Kurniawan Satria Denta mengatakan bahwa 42,6 persen balita di Indonesia sudah terpapar Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Menurut dia ini sangat berbahaya sekali.

"Semakin dini seseorang terpapar minuman berpemanis, semakin tinggi kemungkinan risikonya menghadapi kondisi obesitas," kata Kurniawan dalam Forum for Young Indonesians (FYI) bertajuk Dunia Tipu-tipu Minuman Berpemanis Dalam Kemasan, Sabtu (17/9/2022).

Selain risiko obesitas atau kelebihan berat badan, risiko penyakit lain juga bisa timbul pada orang yang gemar mengonsumsi MBDK. Penyakit-penyakit tersebut termasuk diabetes, penyakit jantung, ginjal, pembuluh darah, kanker, stroke, gangguan cemas, gangguan perilaku, dan demensia atau pikun.

"Masih suka agak-agak lemot? Coba dikurangi gulanya," ujarnya dalam acara yang diselenggarakan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI).

Bahkan, lanjut Kurniawan, bagi sebagian orang konsumsi gula berlebih dapat membuat mereka resisten terhadap insulin. Akibatnya, jika terkena COVID-19 maka gejalanya lebih parah.

"Jadi yang namanya penyakit tidak menular sebenarnya tidak berdiri sendiri. Berbeda dengan penyakit menular," katanya.

"Keduanya berkesinambungan. Ketika kita memiliki penyakit yang tidak menular, kita lebih rentan menghadapi penyakit menular yang lebih berat," Kurniawan menambahkan.obesitas

HALAMAN

Kredit

Bagikan