Lindungi Bumi, NASA Bakal Tabrak Asteroid Hari Ini

user
Agusigit 26 September 2022, 10:49 WIB
untitled

Krjogja.com - Program bernama Double Asteroid Redirection Test (DART) dari NASA akan mencoba menghambat laju asteroid dengan cara menabraknya. NASA berencana melakukannya hari ini dengan menabrakkan pesawat ke asteroid Dimorphos. DART menurut informasi akan melintas dengan kecepatan 14.000 mil per jam saat menabrakkan dirinya ke asteroid.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, program ini jadi upaya NASA untuk membelokkan pergerakan asteroid di luar angkasa. DART menjadi misi pertahanan planet pertama terhadap asteroid, semacam cara untuk berjaga-jaga dari ancaman batuan luar angkasa.

Sekadar informasi, asteroid Dimorphos atau Didymos tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Sejauh ini pun NASA belum mengidentifikasi ada asteroid yang menimbulkan ancaman langsung ke Bumi. Namun kedua asteroid di atas jadi target latihan yang cocok untuk program ini.

Mengutip The Verge, Senin (26/9/2022), Dimorphos dan Didymos adalah sistem asteroid biner, dengan Dimorphos menjadi 'moonlet' Didymos.

Ketika moonlet kecil mengorbit asteroid yang lebih besar, ia melintas di antara asteroid yang lebih besar dan Bumi. Itu artinya, teleskop bagi di Bumi maupun di luar angkasa bisa memantau apakah DART bisa mengubah lintasan dan kecepatan Dimorphos.

Setelah tabrakan ini, teleskop di seluruh dunia bakal fokus untuk meneliti apa dampak yang ditimbulkan dari tabrakan tersebut. Di luar angkasa misalnya, James Webb Space Telescope, Hubble, hingga Lucy akan memantau asteroid tersebut.

Dampaknya diperkirakan akan mengubah kecepatan Dimorphos hingga sepersekian persen. Menurut peneliti, perubahan kecepatan tersebut mungkin tidak tampak banyak, namun, menit-menit tersebut dianggap monumental.

"Demonstrasi ini penting untuk masa depan kita di Bumi," kata Pejabat Pertahanan Planet NASA, Lindley Johnson.

Johson bilang, momen ini adalah sejarah yang unik karena untuk pertama kalinya manusia memiliki ilmu pengetahuan tentang ancaman asteroid serta punya teknologi untuk mempertahankan diri.

"DART mendemonstrasikan apa yang disebut sebagai teknik dampak kinetik guna mengubah kecepatan asteroid di luar angkasa sehingga mengubah orbitnya," tutur dia.

Selama pendekatannya, DART akan berjalan sendiri. Akan ada sekitar 44 orang dalam ruang kendali untuk memantau telemetri dan data. Pekerjaan mereka dimulai sekitar 4 jam sebelum tabrakan.

Engineer DART Elena Adams mengatakan, "pesawat luar angkasa itu harus melakukan segala upaya."

Kredit

Bagikan