Benarkah Jahe Merah dapat Meredam Masuk Angin?

user
Widyo Suprayogi 13 Oktober 2022, 07:27 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) mengedukasi masyarakat terkait masuk angin selaku gangguan kesehatan yang kerap kali dialami masyarakat Indonesia. Namun secara medis, ternyata masuk angin tidak ada. Lalu, bagaimana tentang khasiat jahe merah yang diyakini dapat meredakan masuk angin?

“Masuk angin itu sebenarnya dari kacamata medis tidak ada. Masuk angin itu yang kita artikan adalah suatu kumpulan gejala yang mirip dengan common cold kalau dibilang diagnosisnya, itu bisa disebabkan oleh virus atau pun bakteri. Gejalanya dapat berupa multi-symptomatic, bisa pusing, bisa pegal, bahkan bisa sampai demam dan mual,” ujar Medical Officer of PT Bintang Toedjoe, dr. Christian I. Elim, dalam Instagram Live @ptkalbefarmatbk.

Ia mengatakan, cara penyakit masuk ke tubuh tergantung dari imun tubuh masing-masing orang. Cuaca juga mempengaruhi pertumbuhan mikroba dan virus. Jika imun tubuh rendah, dengan kurangnya berolahraga, asupan nutrisi menjadi kurang, dan gaya hidup tidak sehat, maka memudahkan virus masuk menyerang tubuh.

“Kalau kita biarkan istirahat saja, tidak dikasih apa-apa, mungkin bisa sembuh. Tapi kalau lagi rentan, maka bisa masuk penyakit atau patogen yang lebih berbahaya. Jadi lebih baik jangan dibiarkan, lebih baik diperbaiki,” jelas dr. Christian.

Gejala yang kerap kali disebut masuk angin itu dapat dicegah. Di antaranya, menjaga stamina tubuh agar selalu fit, jangan terlalu lelah, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan perlu asupan vitamin. Selain itu, mengonsumsi jahe merah, yang ada di dalam produk Bejo, juga dapat mengatasi kondisi masuk angin.

“Bejo ini produk masuk angin pertama yang ada jahe merahnya di pasaran. Kami memilih jahe merah karena immunomodulator itu untuk menjaga daya tahan tubuh, kemudian ada anti-bacterial, ada anti-inflamasi juga,” tutur Line of Business - 3 Group Manager PT Bintang Toedjoe, Febrian Adiputra.

“Kita minum Bejo itu sebenarnya tidak harus pada saat kita sudah sakit. Ketika kita merasa tubuh kita tidak enak, bisa minum Bejo sebelum tidur, maka besok bangun pagi badannya lebih segar. Tapi ketika sakit pun, bahan-bahan dari Bejo membantu melegakan gejala-gejalanya,” tambahnya.

Pada produk Bejo, jahe merah sebagai bahan utama untuk menghangatkan tubuh, sebagai anti-inflamasi saat tenggorokan mulai terasa tidak sakit atau mungkin badan sudah mulai pegal-pegal. Juga terdapat mint, yang fungsinya melegakan saluran napas ketika pilek. Ada juga adas yang dapat membantu menangani perut kembung. Kemudian, ada cabai Jawa sebagai analgesik.

“Jahe merah itu terdapat kandungan juga yang tidak dimiliki oleh jahe lain yaitu beta karoten. Beta Karoten juga merupakan salah satu senyawa yang bersifat sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas,” ungkap dr. Christian.

Jahe merah yang digunakan dalam produk Bejo ialah jahe merah unggulan, jahe merah terstandar yang kemudian ditanam melalui ekosistem jahe merah milik Bintang Toedjoe dengan 10.000 petani di seluruh Indonesia. Semua prosesnya terstandar, mulai dari pembibitan hingga tahap panen.(*)

Kredit

Bagikan