Varian XBB Terdeteksi di Tanah Air, Begini Strategi Kemenkes

user
Tomi Sujatmiko 08 November 2022, 04:16 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Beberapa orang merasa tidak perlu lagi melakukan vaksinasi COVID-19 sebab menganggap pandemi telah berakhir.

"Mereka merasa bahwa pandemi itu sudah berakhir sehingga udah enggak perlu lagi, nih untuk melengkapi vaksinasi COVID-nya baik itu untuk melengkapi yang primernya. Apalagi untuk melengkapi dalam dosis booster-nya," ujar Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Prima Yosephine, MKM dalam talkshow “Pemerataan Vaksinasi, Kunci Menuju Endemi" pada Senin (7/11/2022).

Faktanya, pandemi COVID-19 belum berakhir. Bahkan, kini kasus COVID-19 kembali merangkak naik akibat mutasi subvarian XBB dengan peningkatan kasus aktif 64,4 persen dan perawatan di rumah sakit dalam dua minggu terakhir 3,3 persen.

Oleh sebab itu, Pemerintah kembali menggalakkan vaksinasi COVID-19. Hingga saat ini, pemerintah terus memperhatikan pemerataan vaksin di berbagai daerah untuk memastikan stok yang dimiliki cukup.

Prima menuturkan, penanganan pemerataan stok vaksin COVID-19 dilakukan dengan melakukan realokasi dari daerah-daerah yang masih memiliki banyak stok vaksin (untuk lebih dari 14 hari) ke daerah dengan stok vaksin minim (kurang dari 7 hari).

"Kita lakukan pendekatan dan mereka mau. Kemudian kita realokasikan vaksin yang ada di mereka ke daerah-daerah yang stok vaksinnya minim," ujar Prima.

Beberapa waktu lalu, Indonesia diketahui telah mendapatkan 5 juta dosis vaksin yang sebagian sudah didistribusikan ke provinsi yang telah mengajukan permintaan kebutuhan vaksin.

Prima mengatakan, daerah yang merasa membutuhkan stok vaksin harus menghubungi pusat untuk mengajukan permintaan. Sementara daerah yang tidak mengajukan permintaan dianggap memiliki stok yang memadai. "Saat ini kami tidak lagi mengirimkan tanpa permintaan dari daerah," ujar Prima.

Hal ini dilakukan sebagai strategi mencegah vaksin kedaluwarsa sebelum digunakan.

Kredit

Bagikan