Deretan Manfaat Sawi Hijau untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Sumber Vitamin

user
Tomi Sujatmiko 16 November 2022, 09:20 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Sawi hijau adalah sayuran yang kaya vitamin juga mineral, yang dibutuhkan tubuh Anda untuk tetap sehat. Satu porsi sawi hijau, mengandung hampir setengah dari kebutuhan vitamin C harian Anda. Manfaat sawi hijau bisa diperoleh untuk kesehatan, karena mengandung vitamin K dan C yang berkontribusi secara baik untuk menjaga sistem pertahanan kekebalan tubuh.

Selain itu, manfaat sawi hijau yang dimasak juga bisa memenuhi asupan, dan mendukung banyak fungsi tubuh, termasuk kesehatan jantung, paru-paru, dan ginjal dengan baik. Tak hanya untuk kesehatan tubuh, dengan vitamin C yang terdapat di dalam sawi hijau, membantu proses produksi kolagen yang berperan untuk kulit sehat dan kencang.

Dengan mengonsumsi sayuran sawi, dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh, mencegah stres oksidatif, dan menginduksi enzim detoksifikasi. Selain itu manfaat sawi hijau. Selain itu manfaat sawi hijau juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga penglihatan, meningkatkan kepadatan tulang, dan berpotensi melawan kanker.

Berikut ini manfaat sawi hijau yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/11/2022).

1. Kaya akan antioksidan

Manfaat sawi hijau yang kaya antioksidan, berfungsi sebagai salah satu penangkal penyakit. Melansir dari laman Healthline, antioksidan adalah senyawa tanaman alami, yang bisa membantu melindungi terhadap stres oksidatif yang disebabkan oleh kelebihan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh Anda. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa seiring waktu, kerusakan seperti ini dapat menyebabkan kondisi kronis yang serius, seperti penyakit jantung, kanker, dan penyakit alzheimer. Secara keseluruhan, memasukkan sawi ke dalam makanan Anda dapat membantu melindungi dari penyakit yang berhubungan dengan stres oksidatif, karena mengandung vitamin A, C, dan K.

2. Sumber vitamin K

Baik sawi mentah maupun yang telah dimasak, merupakan salah satu sumber vitamin K yang menyediakan 120% dan 690% DV per satu cangkir. Vitamin K terkenal karena peran vitalnya dalam membantu pembekuan darah, sehingga asupan vitamin K yang tidak memadai, dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan fungsi otak, demensia, dan penyakit Alzheimer. Vitamin K memainkan peran penting dalam mineralisasi tulang dan pembekuan darah, yang membantu mendukung fungsi otak dan metabolisme yang sehat dan melindungi terhadap kanker.

3. Meningkatkan kekebalan

Manfaat sawi hijau sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh, di mana sayuran ini menyediakan lebih dari sepertiga kebutuhan vitamin C. Vitamin C sendiri merupakan bentuk vitamin yang larut dalam air, dan sangat penting untuk sistem kekebalan yang kuat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidak mendapatkan cukup vitamin C dalam makanan, mampu melemahkan sistem kekebalan sehingga lebih rentan terhadap sakit.

4. Baik untuk kesehatan jantung

Manfaat sawi hijau selanjutnya, sangat baik untuk kesehatan jantung, karena sarat dengan antioksidan seperti flavonoid dan beta karoten, yang telah dikaitkan dengan penurunan risiko pengembangan dan kematian akibat penyakit jantung. Terdapat satu ulasan dari delapan penelitian, yang menemukan bahwa asupan tinggi sayuran sawi hijau berdaun dikaitkan dengan penurunan 15% risiko penyakit jantung yang signifikan. Sayuran sawi juga mengandung senyawa yang membantu mengikat asam empedu dalam sistem pencernaan, yang membantu menurunkan kadar kolesterol, serta melindungi sel dari kerusakan DNA dan mencegah pertumbuhan sel kanker.

5. Kuatkan tulang

Manfaat sawi hijau yang mengandung zat besi, kalsium, magnesium, vitamin K danbmasih banyak lagi, bisa membantu Anda untuk mempertahankan struktur dan kekuatan tulang. Zat besi dan seng membantu Anda dalam produksi dan pertumbuhan kolagen yang baik untuk persendian, sedangakan kalsium bisa menjaga struktur tulang, dan vitamin berfungsi menjaga keseimbangan kalsium yang terdapat dalam tulang.

Kredit

Bagikan